
Bagi banyak mahasiswa, membaca jurnal ilmiah sering terasa melelahkan dan membingungkan. Baru membuka beberapa halaman saja, isi jurnal sudah dipenuhi istilah akademik, data penelitian, hingga penjelasan yang terasa terlalu rumit.
Akibatnya, tidak sedikit mahasiswa yang akhirnya menyerah sebelum benar-benar memahami isi jurnal tersebut. Situasi ini sebenarnya sangat umum terjadi, terutama bagi mahasiswa yang baru mulai mengenal dunia penelitian.
Daftar isi
ToggleCara Efektif Membaca Jurnal Ilmiah Tanpa Pusing untuk Mahasiswa
Kabar baiknya, membaca jurnal ilmiah sebenarnya bisa dipelajari secara bertahap. Kamu tidak harus langsung memahami seluruh isi jurnal dalam sekali baca. Dengan cara yang tepat, proses membaca jurnal akan terasa lebih ringan dan tidak terlalu membuat pusing. Nah, cara lengkapnya bisa kamu lihat di bawah ini:
Artikel yang sesuai:
1. Pahami bahwa Kamu Tidak Harus Membaca Semua Bagian Sekaligus
Kesalahan yang sering dilakukan mahasiswa saat membaca jurnal adalah mencoba memahami seluruh isi jurnal dari awal sampai akhir dalam satu waktu. Akibatnya, otak menjadi cepat lelah dan sulit fokus.
Padahal, jurnal ilmiah tidak selalu harus dibaca seperti membaca novel atau buku cerita. Dalam banyak kasus, kamu justru bisa fokus pada bagian tertentu terlebih dahulu sesuai kebutuhan.
Kalau baru mulai belajar membaca jurnal, kamu bisa memulai dari bagian abstrak, pendahuluan, dan kesimpulan. Bagian tersebut biasanya sudah cukup membantu untuk memahami gambaran umum penelitian.
2. Mulai dari Jurnal yang Sesuai dengan Minat
Membaca jurnal akan terasa jauh lebih mudah jika topiknya sesuai dengan hal yang kamu sukai atau sedang dipelajari. Sebaliknya, jika kamu langsung memaksakan membaca jurnal dengan topik yang terlalu asing, proses membaca akan terasa lebih berat dan membosankan.
Karena itu, cobalah mencari jurnal yang berkaitan dengan bidang yang membuat kamu penasaran. Misalnya, tentang media sosial, pendidikan, kesehatan mental, teknologi, lingkungan, atau topik lain yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Ketika kamu tertarik dengan topiknya, rasa ingin tahu akan membantu kamu lebih semangat memahami isi jurnal tersebut.
3. Jangan Takut dengan Istilah Akademik
Salah satu alasan mahasiswa cepat menyerah membaca jurnal adalah terlalu takut melihat istilah akademik yang belum dipahami. Padahal, sangat wajar jika kamu menemukan banyak istilah baru saat membaca jurnal ilmiah.
Bahkan mahasiswa yang sudah sering membaca jurnal pun masih terus menemukan istilah yang belum familiar. Jadi, daripada langsung berhenti membaca, cobalah mencari arti istilah tersebut secara perlahan.
Kamu bisa menggunakan kamus akademik, internet, maupun bertanya kepada teman dan dosen. Semakin sering membaca jurnal, semakin banyak pula kosakata akademik yang akan kamu pahami.
4. Fokus pada Tujuan Membaca
Cara efektif membaca jurnal ilmiah berikutnya yaitu fokus pada tujuan membaca. Jadi, sebelum membaca jurnal, kamu perlu memahami terlebih dahulu tujuan membaca jurnal tersebut.
Apakah kamu sedang mencari ide penelitian? Membutuhkan teori tertentu? Ingin memahami metode penelitian? Atau hanya ingin menambah wawasan?
Mengetahui tujuan membaca akan membantu kamu lebih fokus dalam mencari informasi yang diperlukan. Dengan begitu, kamu tidak merasa harus memahami seluruh isi jurnal secara detail. Misalnya, jika kamu hanya ingin melihat metode penelitian, maka kamu bisa lebih fokus membaca bagian metode tanpa harus terlalu lama di bagian lain.
5. Gunakan Teknik Membaca Bertahap

Membaca jurnal ilmiah tidak harus dilakukan dengan terburu-buru. Kamu bisa menggunakan teknik membaca bertahap agar lebih mudah memahami isi jurnal.
Kalau masih pemula, jangan langsung membaca jurnal dari halaman pertama sampai akhir secara detail. Cobalah membaca bagian-bagian tertentu terlebih dahulu agar otak lebih mudah memahami alurnya, misalnya:
Bagian pertama
Bagian pertama yang sebaiknya kamu baca adalah judul dan abstrak. Dari bagian ini, kamu bisa mengetahui gambaran umum penelitian, tujuan penelitian, metode yang digunakan, dan hasil utamanya.
Bagian kedua
Setelah itu, lanjutkan ke bagian pendahuluan atau latar belakang. Bagian ini membantumu memahami alasan mengapa penelitian tersebut dilakukan dan masalah apa yang sedang dibahas.
Bagian ketiga
Jika sudah memahami gambaran besarnya, kamu bisa membaca bagian kesimpulan. Banyak mahasiswa sering melewatkan bagian ini, padahal kesimpulan membantu kamu memahami inti hasil penelitian secara lebih cepat.
Bagian keempat
Selanjutnya, barulah kamu membaca bagian metode penelitian dan pembahasan secara lebih detail. Pada tahap ini, kamu akan mulai memahami bagaimana penelitian dilakukan dan bagaimana peneliti menganalisis data.
Bagian terakhir
Bagian yang biasanya dibaca paling akhir adalah daftar pustaka maupun tabel data yang terlalu teknis. Bagian tersebut tetap penting, tetapi tidak harus langsung dipahami di awal, terutama jika kamu masih belajar membaca jurnal.
Setelah selesai membaca, cobalah membuat catatan sederhana mengenai poin-poin penting yang kamu pahami. Nah, dengan teknik membaca bertahap seperti ini membantu otak memproses informasi secara lebih perlahan sehingga kamu tidak mudah merasa kewalahan.
6. Biasakan Membuat Catatan Kecil
Salah satu cara efektif agar tidak mudah lupa saat membaca jurnal adalah membuat catatan kecil. Kamu tidak perlu langsung membuat rangkuman panjang.
Cukup tuliskan poin penting seperti tujuan penelitian, metode yang digunakan, hasil penelitian, atau hal menarik yang kamu temukan. Catatan sederhana tersebut akan sangat membantu ketika kamu ingin membaca ulang jurnal di lain waktu.
Selain itu, kebiasaan mencatat juga membantu kamu lebih fokus saat membaca. Semakin sering melatih cara ini, kemampuan memahami jurnal juga akan berkembang.
7. Jangan Memaksakan Membaca Terlalu Banyak Sekaligus
Banyak mahasiswa merasa harus membaca banyak jurnal dalam waktu singkat agar terlihat produktif. Padahal, membaca terlalu banyak jurnal sekaligus justru bisa membuat otak cepat lelah.
Kalau kamu baru mulai belajar membaca jurnal, cobalah membiasakan diri membaca sedikit demi sedikit tetapi konsisten. Misalnya, membaca satu jurnal dalam beberapa hari atau fokus memahami satu bagian terlebih dahulu. Cara ini jauh lebih efektif dibanding memaksakan diri membaca banyak jurnal tanpa benar-benar memahami isinya.
8. Diskusikan dengan Teman atau Dosen
Kalau kamu merasa kesulitan memahami isi jurnal tertentu, jangan ragu untuk berdiskusi dengan teman maupun dosen. Terkadang, penjelasan sederhana dari orang lain bisa membantu kamu memahami isi jurnal dengan lebih mudah.
Selain itu, diskusi juga membuat proses belajar terasa lebih ringan dan tidak membingungkan. Kamu bisa berdiskusi mengenai metode penelitian, hasil penelitian, maupun istilah tertentu yang belum dipahami.
9. Gunakan Highlight untuk Menandai Bagian Penting
Saat membaca jurnal, cobalah membiasakan diri menandai bagian-bagian penting menggunakan highlight atau catatan. Misalnya, kamu bisa menandai:
- tujuan penelitian,
- hasil penelitian,
- teori penting,
- data menarik, maupun kalimat yang relevan dengan topik penelitianmu.
Cara tersebut membantu kamu lebih mudah menemukan kembali informasi penting tanpa harus membaca ulang seluruh jurnal dari awal. Selain itu, highlight juga membantu kamu tetap fokus selama proses membaca.
10. Pahami bahwa Membaca Jurnal adalah Skill yang Perlu Dilatih
Banyak mahasiswa merasa minder karena belum bisa memahami jurnal ilmiah dengan cepat. Padahal, kemampuan membaca jurnal bukan sesuatu yang langsung dikuasai sejak awal.
Mahasiswa yang sekarang terlihat lancar membaca jurnal pun dulunya juga pernah merasa bingung dan kesulitan. Mereka bisa terbiasa karena terus melatih diri secara perlahan.
Karena itu, jangan terlalu keras pada diri sendiri jika saat ini masih sering merasa pusing ketika membaca jurnal. Yang terpenting adalah terus mencoba dan membangun kebiasaan membaca secara konsisten. Semakin sering kamu membaca jurnal, semakin mudah pula memahami pola penulisan dan isi penelitian.
Itulah cara efektif membaca jurnal ilmiah yang bisa kamu coba. Membaca jurnal ilmiah memang bisa terasa sulit bagi mahasiswa pemula. Namun, kemampuan tersebut dapat dilatih secara bertahap jika kamu menggunakan cara yang tepat.
Kamu tidak perlu memaksakan diri memahami seluruh isi jurnal dalam sekali baca. Mulailah dari bagian yang paling penting, gunakan catatan kecil, dan fokus pada tujuan membaca.
Yang paling penting, jangan takut merasa bingung di awal. Semakin sering kamu membaca jurnal ilmiah, semakin terbiasa pula kamu memahami bahasa akademik dan proses penelitian. Tetap semangat, ya!





