Cara Menghindari Plagiarisme dalam Penulisan Karya Ilmiah yang Perlu Diketahui Mahasiswa hingga Dosen

Cara Menghindari Plagiarisme dalam Penulisan Karya Ilmiah yang Perlu Diketahui Mahasiswa hingga Dosen

Plagiarisme merupakan salah satu tindakan melanggar kode etik dalam penulisan karya ilmiah. Melakukan plagiarisme tentu saja dapat merusak reputasi akademik seorang mahasiswa maupun dosen.

Jika terbukti melakukan plagiarisme, sanksi terberat bagi dosen bisa berupa tertundanya pemberian hak, penurunan pangkat atau jabatan, hingga pemberhentian dengan atau tanpa hormat dari statusnya sebagai dosen. Hal ini tertuang jelas dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 17 Pasal 12 Tahun 2010.

Cara Menghindari Plagiarisme dalam Penulisan Karya Ilmiah yang Perlu Diketahui Mahasiswa hingga Dosen

Untuk itu bagi kamu yang saat ini aktif sebagai mahasiswa, dosen, atau kalangan akademisi lainnya, jangan sampai melakukan tindakan plagiarisme, ya. Selain melindungi karier akademik di masa depan, menghindari plagiarisme juga penting sebagai bentuk penghargaan terhadap karya orang lain.

Nah, sebetulnya apa itu plagiarisme dan bagaimana cara menghindari plagiarisme dalam penulisan karya ilmiah? Pada artikel kali ini kita akan mengulas jawabannya lebih dalam.

Apa Itu Plagiarisme?

Kata “plagiarisme” berasal dari bahasa latin “plagiarus” yang artinya pencuri. Plagiarisme adalah tindakan menggunakan, menyalin, atau mengutip sebagian atau seluruh isi karya orang lain tanpa memberikan kredit atau penghargaan yang layak kepada pengarang aslinya.

Tindakan plagiarisme tidak hanya terbatas pada karya berbentuk tulisan saja, tetapi juga bisa berupa karya-karya kreatif lainnya seperti desain, lagu, video, film, dan lain sebagainya. Tindakan plagiarisme yang paling umum dilakukan antara lain:

  • Menyalin atau mengcopy-paste kalimat sebagian atau secara utuh tanpa menyertakan sumber referensi yang digunakan
  • Tidak membuat sitasi
  • Memparafrase tulisan tanpa mencantumkan sumber yang dirujuk
  • Menggunakan ide orang lain tanpa izin sang pemilik
  • Menjiplak atau mengakui sebagian atau seluruh karya milik orang lain sebagai milik pribadi.

Cara Menghindari Plagiarisme

Cara Menghindari Plagiarisme dalam Penulisan Karya Ilmiah yang Perlu Diketahui Mahasiswa hingga Dosen

Bagi kamu yang bergerak di lingkungan akademik, penting sekali untuk memahami cara menghindari plagiarisme dalam penulisan karya ilmiah. Berikut ini langkah-langkah yang bisa dilakukan baik oleh mahasiswa maupun dosen agar karya ilmiah yang ditulis bisa bebas plagiat:

1. Memahami konsep plagiarisme

Memahami konsep plagiarisme merupakan langkah awal yang perlu dilakukan untuk menghindari plagiarisme dalam penulisan karya ilmiah.

Seperti yang sudah dijelaskan pada subbab sebelumnya bahwa singkatnya, plagiarisme adalah tindakan menjiplak atau menyalin karya orang lain tanpa memberikan penghargaan atau kredit kepada sumber aslinya. Plagiarisme juga bisa berupa mengklaim karya milik orang lain sebagai milik pribadi.

Dengan memahami konsep plagiarisme tersebut, kamu bisa memastikan setiap data, ide, atau teks yang kamu gunakan dalam penulisan karya ilmiahmu tidak akan terdeteksi plagiat.

2. Memahami tentang hak cipta atas kekayaan intelektual

Selain pemahaman tentang konsep plagiarisme, pemahaman tentang hak cipta atas kekayaan intelektual (HaKI) juga penting dimiliki untuk membantu menghindari plagiarisme dalam penulisan karya ilmiah karena keduanya saling berkaitan. Melakukan tindakan plagiarisme berarti melakukan pelanggaran terhadap hak cipta karya orang lain.

Memahami hak cipta juga penting untuk menyadarkan kita bahwa setiap karya terlahir dari jerih payah dan perjuangan seseorang sehingga layak diberikan penghargaan yang setimpal. Yakni dengan memberikan kredit kepada sang pengarang asli ketika karyanya digunakan sebagai referensi dalam suatu karya ilmiah.

Jika kamu masih ragu terkait apa saja yang diperbolehkan atau tidak diperbolehkan dalam hal mengutip karya orang lain, cobalah tanyakan lebih lanjut kepada dosen pembimbing atau pustakawan untuk mendapatkan pencerahan.

3. Menulis referensi dengan tepat

Cara menghindari plagiarisme dalam penulisan karya ilmiah berikutnya adalah menggunakan metode penulisan referensi yang tepat. Beberapa format penulisan referensi yang umumnya digunakan antara lain APA, MLA, dan Chicago.

Format penulisan referensi yang berlaku biasanya ditentukan oleh dosen atau instansi yang bersangkutan. Untuk itu, pastikan kamu mengikuti ketentuan tersebut agar terhindar dari plagiarisme sekaligus revisi.

Namun tidak hanya itu, mencantumkan sumber referensi sesuai dengan format yang berlaku juga penting karena sebagai bentuk penghargaan terhadap karya penulis aslinya.

4. Memanfaatkan tools deteksi plagiat

Di era digital seperti saat ini, ada banyak teknologi yang bisa kamu gunakan untuk mendeteksi plagiarisme dalam karya ilmiah. Bahkan ada pula tools pendeteksi plagiarisme yang bisa digunakan secara gratis.

Namun biasanya, alat pendeteksi gratis ini memiliki keterbatasan dalam jumlah kata yang dicek dan waktu percobaan setiap harinya. Jika ingin pengecekan tanpa batas, maka kamu bisa upgrade ke versi premium dengan melakukan pembayaran.

Alat pendeteksi plagiarisme yang biasa digunakan antara lain Grammarly, Turnitin, Duplichecker, Editpad, dan masih banyak lainnya. Alat ini bisa membantumu menemukan bagian mana yang terdeteksi plagiat sehingga bisa dilakukan revisi sebelum karya ilmiah tersebut diserahkan kepada dosen.

5. Menerapkan teknik parafrase yang tepat

Parafrase adalah teknik menulis ulang tulisan menggunakan bahasa sendiri tanpa mengubah makna asli tulisan tersebut. Teknik parafrase untuk menghindari plagiarisme dalam penulisan karya ilmiah tidak bisa dilakukan sembarangan.

Parafrase yang baik bukan sekadar mengganti beberapa kata dalam sebuah kalimat. Jika demikian, kalimat tersebut akan tetap dianggap plagiat.

Teknik parafrase yang tepat dilakukan dengan menyusun ulang kalimat menggunakan gaya bahasa yang sesuai pemahaman sendiri. Selain itu, sumber referensi juga tetap perlu dicantumkan meskipun kalimat atau paragraf sudah diparafrase.

6. Menjadwalkan waktu pengerjaan dengan baik

Berikutnya, menjadwalkan waktu pengerjaan dengan baik juga menjadi salah satu cara menghindari plagiarisme dalam karya ilmiah. Merencanakan jadwal penulisan karya ilmiah secara efektif memungkinkan kamu mengerjakannya jauh-jauh hari sebelum deadline sehingga tidak terburu-buru dalam menyelesaikannya.

Selain memiliki peranan dalam menjaga orisinalitas karya, jadwal penulisan karya ilmiah yang terencana dan efektif juga penting agar karya ilmiah yang disusun semakin berkualitas.

7. Menyusun kalimat sesuai gaya bahasa sendiri

Setiap orang memiliki pemahaman yang dapat dituangkan dalam bentuk tulisan sesuai gaya penulisannya masing-masing. Ini tentunya bisa menjadi pembeda yang khas dengan tulisan orang lain.

Hal tersebut berarti, berlatih menulis menggunakan gaya bahasa sendiri bisa menjadi salah satu cara efektif agar karya ilmiah terbebas dari plagiarisme. Dengan kata lain, latihan menulis sesuai gaya yang lebih personal dan khas membantu menghindari diri dari kebiasaan hanya mengcopy-paste teks dari sumber referensi.

Itulah tujuh cara menghindari plagiarisme dalam penulisan karya ilmiah. Plagiarisme memang menjadi salah satu isu yang banyak diperbincangkan di dunia akademik.

Sanksi yang ditimbulkan dari melakukan tindakan plagiarisme ini tidak main-main, lho. Penurunan jabatan dosen serta pembatalan ijazah merupakan sanksi terberat bagi dosen yang terbukti memplagiat. Sementara bagi pelaku plagiarisme yang merupakan pelajar atau mahasiswa, bisa dikeluarkan secara tidak hormat dan dibatalkan ijazahnya.

Melakukan tindakan plagiarisme tidak hanya merugikan pelaku plagiarisme itu sendiri karena reputasi akademiknya yang terancam hancur, tetapi juga penulis yang hak cipta karyanya dilanggar.

Maka dari itulah, penting sekali bagi setiap penulis khususnya penulis buku untuk memahami tentang hak cipta. Buku merupakan aset intelektual yang berharga sehingga layak mendapatkan perlindungan hukum dari tindak kriminal plagiarisme dengan cara mengajukan pendaftaran hak cipta buku.

Nah, bagaimana cara mendaftarkan hak cipta buku? Penulis bisa mengurusnya secara mandiri melalui situs online Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kemenkumham ataupun menggunakan jasa pengurusan hak cipta buku profesional.

Jika menggunakan jasa pengurusan hak cipta buku, maka penulis cukup mempersiapkan berkas-berkas beserta sejumlah biaya yang diperlukan.

Jadi, penulis tidak perlu repot-repot lagi membuat akun, mengisi formulir, mengunggah dokumen ini itu, dan lain-lain. Penulis tinggal menunggu kabar dari penyedia jasa bahwa hak cipta bukunya telah resmi terdaftar. Mudah, bukan?

Yuk, jangan lupa daftarkan hak cipta bukumu sekarang juga supaya buku kamu mendapatkan perlindungan hukum dari plagiarisme!

WhatsApp
Facebook
Twitter
LinkedIn