10+ Kriteria Buku untuk Kenaikan Jabatan Akademik Dosen yang Wajib Kamu Ketahui

10+ Kriteria Buku untuk Kenaikan Jabatan Akademik Dosen yang Wajib Kamu Ketahui

Banyak dosen pemula sering merasa bingung ketika pertama kali menghadapi proses penerbitan buku untuk syarat kenaikan jabatan. Berbagai pertanyaan sering muncul. Mulai dari apakah buku referensi dan monograf memiliki standar khusus?

Lalu, sejauh apa originalitas yang harus dipenuhi? Bagaimana dengan ISBN, standar ketebalan, hingga penilaian peer reviewer? Dan lain sebagainya!

10+ Kriteria Buku untuk Kenaikan Jabatan Akademik Dosen yang Wajib Kamu Ketahui

Semua pertanyaan tersebut memang terlihat kompleks, tetapi sebenarnya dapat kamu pecahkan dengan lebih mudah jika memahami panduannya sejak awal. Nah, artikel ini hadir sebagai penunjuk arah agar kamu dapat menyiapkan buku akademik yang memenuhi seluruh persyaratan, baik untuk monograf, buku referensi, book chapter nasional, maupun internasional.

Pahami Standar Kualitas Buku Akademik untuk Kenaikan Jabatan Dosen yang Berjalan Lancar

Dengan memahami kriteria resmi yang berlaku, kamu bisa memastikan bahwa naskah yang kamu tulis tidak hanya berkualitas secara akademik, tetapi juga sah dan diakui dalam proses penilaian kenaikan jabatan akademik dosen. Yuk, baca sampai tuntas artikel terkait kriteria buku untuk kenaikan jabatan dosen berikut ini!

1. Orisinal

Kriteria buku untuk kenaikan jabatan dosen yang pertama yaitu orisinal. Dengan demikian, buku untuk kenaikan jabatan harus berangkat dari penelitian atau pemikiran ilmiah yang benar-benar baru. Pastikan juga bahwa kontenmu menunjukkan kontribusi terhadap keilmuan, bukan hanya kompilasi materi dari berbagai sumber.

Nah, mengapa orisinalitas ini penting? Karena, karya yang original bisa mencerminkan kemampuanmu dalam menyelesaikan masalah penelitian, mengembangkan teori, atau membangun argumen akademik yang memiliki dasar kuat.

Semakin kuat aspek kebaruannya, semakin besar peluang bukumu diterima sebagai komponen penelitian dalam proses penilaian jabatan fungsional. Hal tersebut tentunya bukan perkara yang sulit untuk kamu penuhi, kan?

2. Wajib memiliki ISBN

Kriteria buku untuk kenaikan jabatan dosen berikutnya yaitu harus memiliki ISBN. ISBN menjadi bukti legal bahwa bukumu diterbitkan secara resmi oleh penerbit kredibel. Tanpa ISBN, buku tidak dapat diakui sebagai karya ilmiah untuk keperluan kenaikan jabatan.

3. Standar ketebalan: minimal 40 halaman

Sesuai ketentuan yang berlaku, buku untuk kebutuhan kenaikan jabatan akademik harus memiliki setidaknya 40 halaman cetak. Buku yang terlalu tipis biasanya dipertanyakan dari sisi akademik maupun kelayakan publikasi.

Standar ini diterapkan agar karya yang disusun benar-benar memiliki kedalaman analisis, bukan sekadar tulisan ringkas. Ini berarti, kamu perlu mempersiapkan struktur isi yang kuat dan komprehensif, mulai dari pendahuluan, landasan teori, metodologi, hingga penutup.

4. Ukuran buku harus sesuai standar yang berlaku

Ukuran buku yang diakui dalam penilaian adalah 15 cm x 23 cm. Format ini menjadi standar nasional yang berlaku untuk buku akademik.

Nah, biasanya penerbit buku profesional sudah menyediakan template layout yang sudah mengikuti ketentuan ini. Maka, dari itu pastikan untuk menerbitkan di penerbit profesional dan kredibel, ya!

5. Diterbitkan oleh penerbit resmi

Kriteria buku untuk kenaikan jabatan dosen berikutnya yaitu diterbitkan di penerbit resmi. Hal ini bukan sekedar preferensi administratif, melainkan untuk menjaga kualitas sebuah buku.

Nah penerbit akademik kredibel itu memiliki prosedur editorial, sistem distribusi, dan reputasi yang mendukung kredibilitas karya. Sehingga hasil akhir dari buku yang terbit bisa dipertanggungjawabkan kualitasnya.

6. Isi harus selaras dengan pancasila dan UUD 1945

10+ Kriteria Buku untuk Kenaikan Jabatan Akademik Dosen yang Wajib Kamu Ketahui

Selain aspek teknis, buku akademik juga harus mematuhi kerangka etika dan hukum nasional. Isi yang bertentangan dengan Pancasila atau UUD 1945 dapat mengakibatkan naskah ditolak atau digugurkan dari penilaian kenaikan jabatan.

Dalam praktiknya, ini berarti kamu perlu meninjau kembali aspek nilai-nilai yang muncul dalam buku, seperti:

  • apakah ada klaim yang bersifat diskriminatif
  • ada ujaran kebencian atau tidak
  • atau promosi ideologi yang bertentangan dengan prinsip kebangsaan dan lain sebagainya

Nah, apabila topik penelitian sensitif (misal politik, agama, atau kebijakan publik), jelaskan secara akademik, seimbangkan argumen, dan sertakan landasan teori serta referensi kredibel. Editor dan reviewer biasanya juga menilai keberpihakan akademik dan netralitas naskah, menjaga bahasa yang objektif dan bukti empiris yang kuat akan membantu memenuhi syarat ini.

7. Ketentuan untuk book chapter internasional

Book chapter internasional memiliki kriteria tersendiri untuk dinyatakan sebagai publikasi bernilai internasional. Salah satu syarat umum adalah keterlibatan kontributor dari minimal empat negara berbeda, yang menunjukkan adanya kolaborasi lintas-negara dan perspektif komparatif.

Praktisnya, sebagai kontributor kamu harus memastikan editor buku mampu menunjukan afiliasi penulis lain yang berasal dari negara berbeda. Selain itu, cek apakah penerbit menyediakan ISBN internasional dan distribusi global, serta apakah editor melakukan proses peer review yang sesuai standar internasional.

8. Layout tidak boleh berbentuk PPT

Buku yang berasal dari rangkuman slide presentasi biasanya tidak memenuhi syarat karena tidak menunjukkan struktur narasi akademik yang lengkap. Penilaian menuntut dalam bentuk paragraf yang tersusun, argumen berurutan, dan evidensi yang memadai, bukan potongan slide yang singkat.

Solusi jika materi awalnya berasal dari presentasi, maka kamu bisa kembangkan menjadi bab penuh dengan penjelasan teoritis, metodologi, analisis data, pembahasan, dan kesimpulan. Sertakan referensi lengkap dan lampiran jika diperlukan. Gunakan template buku (15×23 cm) agar layout mengikuti standar cetak akademik.

9. Buku harus dapat ditelusuri secara online

Aksesibilitas digital menjadi salah satu syarat verifikasi. Buku yang dapat ditelusuri memudahkan tim penilai untuk mengonfirmasi eksistensi dan isi karya. Cara memastikan keterlacakan:

  • Upload metadata dan/atau full text ke repository perguruan tinggi.
  • Minta penerbit memasukkan buku ke katalog online atau database penerbit.
  • Pastikan ISBN tercantum pada katalog nasional atau pusat data penerbitan.
  • Simpan bukti URL atau katalog digital sebagai bagian dari berkas pengajuan kenaikan jabatan.

10. Wajib dinilai peer reviewer

Penilaian oleh minimal dua peer reviewer independen menjadi bukti bahwa buku telah melalui evaluasi ilmiah. Reviewer sebaiknya berasal dari latar belakang keilmuan yang relevan dan selevel (misalnya dosen/peneliti senior).

Proses review biasanya mencakup penilaian orisinalitas, metodologi, relevansi literatur, kualitas argumen, dan kelengkapan referensi. Mintalah surat keterangan atau laporan review yang menandakan keputusan (misal: diterima, diterima dengan revisi, atau ditolak), dokumen ini penting untuk lampiran pengajuan.

Jika penerbit tidak menyediakan sistem review, kamu bisa meminta review eksternal dari rekan-rekan akademisi dan menyertakan bukti korespondensi serta laporan review sebagai pelengkap berkas.

11. Harus lolos pemeriksaan plagiarisme

Sebelum proses submission, lakukan pemeriksaan plagiarisme menggunakan software yang diakui, misalnya yang umum dipakai di lingkungan akademik yaitu turnitine. Tujuan pemeriksaan adalah memastikan pengutipan sudah tepat dan tidak ada bagian yang menyalin tanpa atribusi.

12. Standar similarity index

Untuk menjaga orisinalitas, ada dua batas yang sering direkomendasikan:
Akumulatif maksimal 30%: total similarity dari seluruh dokumen tidak boleh melebihi angka ini. Angka ini memberi ruang untuk kutipan yang sah dan penggunaan referensi.

Per primary source maksimal 5%: memastikan tidak ada satu sumber tunggal yang mendominasi atau disalin sebagian besar.

Apabila nilai plagiasimu tinggi maka kamu bisa menurunkannya dengan cara:

  • Perkuat sitasi dan gunakan parafrase yang baik.
  • Susun ulang kalimat, jangan hanya mengubah beberapa kata.
  • Tambahkan kontribusi orisinal (analisis, data, interpretasi) yang jelas membedakan tulisanmu dari sumber lain.

Nah, itulah berbagai kriteria buku untuk kenaikan jabatan dosen. Memahami seluruh kriteria ini akan membantu kamu mempersiapkan buku akademik yang sesuai standar dan layak diajukan dalam kenaikan jabatan akademik dosen. Selamat berkarya!

WhatsApp
Facebook
Twitter
LinkedIn