
Menulis buku akademik menjadi salah satu cara yang dapat dilakukan dosen untuk menyebarluaskan hasil penelitian sekaligus memperkuat rekam jejak akademik. Namun, masih banyak dosen yang bertanya, apakah buku referensi, monograf, dan book chapter memperoleh angka kredit? Jika iya, berapa besar angka kreditnya?
Pertanyaan tersebut wajar muncul karena setiap jenis buku memiliki karakteristik dan nilai yang berbeda dalam pengembangan profesi dosen. Kesalahan memilih jenis buku bahkan dapat membuat luaran yang dihasilkan kurang optimal untuk mendukung target karir akademik.
Daftar isi
ToggleAngka Kredit Buku Akademik (Referensi, Monograf, dan Book Chapter) serta Strategi Dosen dalam Menerbitkannya
Melalui Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Nomor 39/M/KEP/2026 tentang Petunjuk Teknis Layanan Pengembangan Profesi dan Karier Dosen, buku referensi, monograf, dan book chapter termasuk luaran penelitian yang dapat dinilai dalam pengembangan profesi dosen. Namun, masing-masing memiliki ketentuan dan besaran Angka Kredit (AK) yang berbeda. Penjelasan lengkapnya bisa kamu lihat di bawah ini:
Artikel yang sesuai:
Mengapa Buku Akademik Penting bagi Dosen?
Publikasi jurnal memang menjadi salah satu luaran penelitian yang penting. Namun, hasil penelitian tidak harus berhenti dalam bentuk artikel ilmiah.
Dosen dapat mengembangkan hasil riset menjadi buku akademik yang lebih komprehensif sehingga pembahasannya lebih mendalam dan mudah dimanfaatkan oleh mahasiswa, peneliti, maupun masyarakat. Nah, selain memperluas diseminasi ilmu pengetahuan, buku akademik juga dapat:
- memperkuat rekam jejak akademik dosen;
- meningkatkan luaran penelitian;
- mendukung pengembangan profesi;
- menjadi salah satu luaran yang dinilai dalam pengajuan jabatan akademik.
Berapa Angka Kredit Buku Referensi, Monograf, dan Book Chapter?
Berdasarkan Juknis Layanan Pengembangan Profesi dan Karier Dosen Tahun 2026 memberikan Angka Kredit yang berbeda sesuai dengan jenis buku yang diterbitkan. Berikut tabel Angka Kredit untuk masing-masing jenis buku:
| Jenis Luaran | Angka Kredit Maksimal |
|---|---|
| Buku Referensi | 40 AK |
| Monograf | 20 AK |
| Book Chapter Internasional | 15 AK |
| Book Chapter Nasional | 10 AK |
Dari tabel tersebut terlihat bahwa Angka Kredit buku Akademik itu berbeda-beda. Buku referensi memiliki nilai Angka Kredit paling tinggi dibandingkan monograf maupun book chapter nasional. Oleh karena itu, dosen yang memiliki hasil penelitian yang matang dapat mempertimbangkan untuk mengembangkannya menjadi buku referensi.
Namun, besarnya Angka Kredit bukan berarti semua dosen harus langsung menulis buku referensi. Pemilihan jenis buku tetap perlu disesuaikan dengan tujuan penulisan, kedalaman materi, dan kesiapan naskah.
Perbedaan Buku Referensi, Monograf, dan Book Chapter
Selain nilai Angka Kredit buku akademik yang berbeda tergantung jenis bukunya. Karakteristik dari masing-masing jenis buku akademik tersebut juga berbeda. Apa saja perbedaannya bisa kamu lihat di bawah ini:
Buku referensi
Buku referensi membahas suatu bidang ilmu secara komprehensif. Penyusunannya berdasarkan hasil kajian ilmiah, penelitian, maupun sintesis berbagai sumber terpercaya.
Buku ini biasanya digunakan sebagai rujukan oleh mahasiswa, dosen, peneliti, maupun praktisi. Karena pembahasannya luas dan mendalam, penyusunannya membutuhkan waktu lebih panjang dibandingkan jenis buku akademik lainnya.
Monograf
Monograf membahas satu topik atau satu hasil penelitian secara spesifik dan mendalam. Isi monograf umumnya berasal dari satu penelitian atau rangkaian penelitian yang memiliki tema yang sama. Monograf sangat cocok bagi dosen yang baru menyelesaikan penelitian hibah karena hasil riset tersebut dapat langsung dikembangkan menjadi buku.
Book chapter
Book chapter merupakan salah satu bab dalam buku yang ditulis oleh satu atau beberapa penulis. Setiap penulis bertanggung jawab terhadap bab yang ditulisnya.
Book chapter menjadi pilihan yang tepat bagi dosen yang ingin mulai membangun rekam jejak publikasi buku tanpa harus menyusun satu buku secara penuh. Oh, iya book chapter itu terbagi jadi dua yakni internasional dan nasional. Yang masing-masing memiliki Angka Kredit yang berbeda pula.
Bagaimana Memilih Jenis Buku yang Tepat?
Tidak semua penelitian harus diubah menjadi buku referensi. Agar luaran yang dihasilkan lebih optimal, sesuaikan jenis buku dengan karakter penelitianmu. Untuk lebih ringkasnya bisa kam lihat pada tabel di bawah ini:
| Kondisi Penelitian | Jenis Buku yang Disarankan |
|---|---|
| Memiliki hasil penelitian yang sangat luas dan didukung banyak referensi | Buku Referensi |
| Memiliki satu penelitian yang membahas topik spesifik | Monograf |
| Ingin berkolaborasi dengan beberapa dosen dalam satu tema | Book Chapter |
Strategi Dosen dalam Menerbitkan Buku Akademik

Oke, sekarang mari kita ulik strategi yang bisa kamu terapkan agar bisa mendapatkan Angka Kredit dari buku akademik. Tips-tips penting seputar penerbitan buku akademik ini bisa kamu lihat di bawah ini:
1. Mulailah dari hasil penelitian yang sudah selesai
Kesalahan yang sering terjadi adalah mencoba menulis buku dengan topik baru. Padahal, hasil penelitian yang telah selesai biasanya sudah memiliki data, analisis, dan kesimpulan yang kuat.
Kamu hanya perlu mengembangkan pembahasannya agar lebih sistematis dan mudah dipahami pembaca. Dengan cara ini, waktu penulisan akan jauh lebih singkat dibandingkan memulai dari nol.
2. Tentukan jenis buku sejak awal
Sebelum mulai menulis, tentukan terlebih dahulu apakah naskah akan menjadi buku referensi, monograf, atau book chapter. Keputusan ini akan memengaruhi struktur penulisan, kedalaman pembahasan, jumlah referensi yang digunakan, hingga target pembaca.
Sebagai contoh, monograf lebih berfokus pada satu hasil penelitian. Sedangkan buku referensi menyajikan pembahasan yang lebih luas dan komprehensif.
3. Susun kerangka buku (outline) terlebih dahulu
Jangan langsung menulis bab demi bab tanpa perencanaan. Buatlah daftar isi atau outline terlebih dahulu agar alur pembahasan lebih runtut.
Kerangka yang baik akan membantu menjaga keterkaitan antar bab sekaligus menghindari pembahasan yang berulang. Selain itu, proses revisi juga menjadi lebih mudah karena struktur buku sudah tersusun sejak awal.
4. Gunakan bahasa ilmiah yang mudah dipahami
Buku akademik memang ditulis berdasarkan kaidah ilmiah. Namun, bukan berarti seluruh isi harus menggunakan kalimat yang rumit.
Gunakan bahasa yang jelas, lugas, dan tetap akademis agar pembaca dapat memahami materi dengan lebih mudah. Apabila menggunakan istilah teknis, berikan penjelasan secukupnya sehingga pembaca dari disiplin ilmu lain tetap dapat mengikuti pembahasan.
5. Pilih penerbit yang memahami penerbitan buku akademik
Tahap penerbitan tidak kalah penting dibandingkan proses penulisan. Pastikan kamu memilih penerbit yang memahami standar penerbitan buku akademik, mulai dari proses editing, layout, pengurusan ISBN, hingga distribusi buku.
Penerbit yang berpengalaman juga dapat memberikan masukan mengenai struktur naskah sehingga kualitas buku menjadi lebih baik. Lalu pastikan pula penerbit yang kamu pilih telah menjadi bagian dari anggota IKAPI.
Penerbit Apa yang Bagus untuk Menerbitkan Buku Akademik?
Penerbit buku akademik terbaik yang patut kamu pertimbangkan untuk menerbitkan buku di sana yaitu penerbit buku Ruang Akademisi. Penerbit buku akademik Ruang Akademisi ini telah menjadi anggota IKAPI dan merupakan bagian dari penerbit Detak Pustaka yang telah beroperasi sejak tahun 2017.
Ribuan judul buku dari dosen di seluruh Indonesia telah mempercayakan Ruang Akademisi sebagai penerbitnya. Selain karena harganya yang sangat terjangkau, pelayanan dan kualitas buku yang diterbitkannya juga bermutu.
Nah, untuk detail paket penerbitan buku akademik di Ruang Akademisi selengkapnya bisa kamu lihat di sini: Jasa Penerbitan Buku Akademik Ruang Akademisi. Untuk konsultasi atau pemesanan langsung saja hubungi customer service kami dengan klik link berikut: KONSULTASI/PEMESANAN.
Itulah berbagai hal terkait Angka Kredit buku akademik yang akan diperoleh dosen serta strategi untuk mengoptimalkan proses penerbitannya. Tiga jenis buku akademik, buku referensi, monograf, dan book chapter merupakan luaran akademik yang sama-sama berkontribusi terhadap pengembangan profesi dosen.
Namun, masing-masing memiliki karakteristik dan besaran Angka Kredit yang berbeda. Berdasarkan Juknis Layanan Pengembangan Profesi dan Karier Dosen Tahun 2026, buku referensi memperoleh AK maksimal 40, monograf 20, book chapter internasional 15, dan book chapter nasional 10.
Oleh karena itu, dosen tidak perlu selalu mengejar jenis buku dengan Angka Kredit tertinggi. Yang lebih penting adalah memilih bentuk publikasi yang paling sesuai dengan hasil penelitian, kemudian menyusunnya secara sistematis dan berkualitas.
FAQ Seputar Angka Kredit Buku Akademik
Berikut pertanyaan seputar Angka Kredit dosen yang diperoleh dari menerbitkan buku akademik:
Berapa Angka Kredit buku referensi?
Berdasarkan Juknis Layanan Pengembangan Profesi dan Karir Dosen Tahun 2026, buku referensi memperoleh AK maksimal 40.
Berapa Angka Kredit monograf?
Monograf memperoleh AK maksimal 20 sesuai ketentuan dalam Juknis 2026.
Berapa Angka Kredit book chapter?
Book chapter memperoleh AK maksimal 10 untuk yang nasional dan 15 untuk yang internasional.
Mana yang lebih baik, buku referensi atau monograf?
Keduanya memiliki fungsi yang berbeda. Buku referensi cocok untuk membahas suatu bidang ilmu secara komprehensif, sedangkan monograf lebih tepat digunakan untuk mengembangkan satu hasil penelitian secara mendalam.
Apakah satu penelitian dapat dikembangkan menjadi buku?
Ya. Satu penelitian dapat dikembangkan menjadi monograf, buku referensi (apabila didukung kajian yang lebih luas), maupun book chapter sesuai dengan tujuan publikasi dan karakter materi.





