7 Tips Membangun Produktivitas Mahasiswa Semester Akhir agar Skripsinya Cepat Selesai

7 Tips Membangun Produktivitas Mahasiswa Semester Akhir agar Skripsinya Cepat Selesai

Apakah kamu mahasiswa akhir yang masih berkutat di bab satu skripsi karena belum juga di-acc dosen pembimbing atau tidak memiliki energi mengerjakannya? Setiap kali ingin mengerjakan, rasanya berat sekali membuka laptop dan berakhir scroll media sosial sampai berjam-jam tanpa sadar?

Jika demikian, tips membangun produktivitas mahasiswa semester akhir perlu kamu coba! Dengan menetapkan target per pekan, mengerjakan skripsi di waktu terbaik, menjauhkan distraksi, melawan perfeksionisme, hingga rutin bimbingan, skripsimu bisa cepat selesai dan kamu pun bisa lulus tepat waktu.

7 Tips Membangun Produktivitas Mahasiswa Semester Akhir agar Skripsinya Cepat Selesai

Nah, dalam artikel ini kita akan bedah lebih lanjut apa saja tips membangun produktivitas mahasiswa semester akhir yang bisa dicoba agar skripsinya cepat selesai. Langsung saja, yuk simak tujuh tipsnya berikut ini!

Bagaimana Tips Membangun Produktivitas Mahasiswa Semester Akhir agar Skripsinya Cepat Selesai?

Berikut tujuh tips yang bisa kamu coba untuk membangun produktivitas sebagai mahasiswa semester akhir. Dengan mencoba tips ini, harapannya skripsimu tidak lagi terbengkalai karena terdistraksi terus menerus sehingga kamu bisa lulus tepat waktu.

1. Kerjakan di waktu terbaik

Tips pertama, kerjakan skripsi di waktu terbaik. Setidaknya, terdapat 2-3 jam waktu emas di mana otak dapat bekerja secara optimal. Nah, ini merupakan momen paling tepat untuk menulis skripsi.

Melansir laman health.MSN, otak memiliki delapan waktu terbaik untuk memaksimalkan fungsi dan kinerjanya. Delapan waktu tersebut bisa dilihat pada tabel berikut.

Waktu Alasan
7 – 9 pagiWaktu di mana mood sedang naik dan energi masih penuh.
7 – 11 pagiOtak memproduksi hormon kortisol yang membantu meningkatkan fokus pikiran sehingga cocok untuk belajar, bekerja, atau mengerjakan sesuatu yang membutuhkan konsentrasi.
11 – 2 siangProduksi hormon tidur dan hormon melatonin menurun sehingga kondisi tubuh siap untuk mengerjakan pekerjaan yang sulit.
2 – 3 siangPada waktu ini, otak dapat bekerja maksimal dengan mengistirahatkannya terlebih dahulu selama 15-30 menit.
3 – 6 soreOtak masih bisa digunakan untuk mengerjakan tugas, hanya saja tidak setajam waktu-waktu sebelumnya.
6 sore – 8 malamOtak masuk ke masa “maintenance”, manfaatkan untuk quality time dengan keluarga, teman, atau diri sendiri.
8 – 10 malamWaktunya bersantai agar otak dapat bekerja optimal keesokan harinya.
8 – 10 malam ke atasWaktu yang tepat untuk menghentikan kegiatan dan tidur.

Nah, itulah rangkuman waktu terbaik yang bisa kamu jadikan acuan untuk menyusun skripsi. Otak manusia memang bekerja dinamis. Ada kalanya otak dapat bekerja optimal, ada kalanya juga tidak, serta memerlukan istirahat untuk performa yang lebih baik.

Jadi, pilihlah waktu menyusun skripsi yang terbaik menurutmu berdasarkan tabel tadi. Di mana kamu bisa paling fokus di waktu tersebut, entah pagi, siang, sore, atau malam hari.

Jangan lupa matikan data seluler ponsel di jam tersebut agar kamu terbebas dari distraksi chat, telepon, atau notifikasi media sosial. Dengan begitu, kamu bisa terhindar dari drama skripsian yang molor.

2. Tetapkan target per pekan

Tips berikutnya, tetapkan target pekanan secara realistis. Alih-alih mengerjakan langsung lima bab, pecah skripsi menjadi per bab atau subbab untuk diselesaikan setiap Minggunya.

Sebagai gambaran, Minggu ini digunakan untuk menyusun pendahuluan, Minggu berikutnya menyelesaikan landasan teori, lalu Minggu setelahnya lagi menyusun metode penelitian, dan seterusnya.

Cara ini membantu mendorong pemikiran bahwa menyusun skripsi bukanlah tanggung jawab yang memberatkan, melainkan sarana untuk membangun kedisiplinan melalui sistem produktivitas yang terancang dengan baik. Dengan demikian, skripsimu bisa selesai tepat waktu.

3. Terapkan teknik pomodoro

Menerapkan teknik pomodoro juga termasuk tips membangun produktivitas mahasiswa semester akhir yang ampuh untuk membantumu menyelesaikan skripsi tepat waktu. Teknik pomodoro diterapkan dengan cara mengambil jeda untuk istirahat selama 5 menit setelah fokus menulis selama 25 menit.

Namun karena skripsi atau tulisan akademik memerlukan waktu lebih lama untuk berpikir, kamu bisa coba teknik ini dengan menyetel waktu 50 menit untuk fokus menyusun skripsi, dan 10 menit untuk jeda sejenak atau beristirahat. Beberapa aplikasi berikut bisa kamu coba untuk mendukung penerapan teknik pomodoro:

  • Forest: Aplikasi untuk menumbuhkan fokus dengan cara menanam pohon virtual. Pohon ini akan mati ketika kamu mengakses aplikasi lain.
  • Pomofocus: Website pengatur waktu secara fokus yang minimalis dan mudah digunakan tanpa perlu meng-install aplikasi.
  • Focus To-Do: Memadukan pengaturan waktu pomodoro dengan daftar tugas. Hal ini memungkinkanmu bisa memantau pekerjaan sekaligus durasi fokus.

Dengan menerapkan teknik pomodoro dan mencoba salah satu aplikasi di atas, kamu bisa meminimalisir gangguan dan fokus secara maksimal untuk menyusun skripsi.

4. Bebaskan diri dari distraksi

7 Tips Membangun Produktivitas Mahasiswa Semester Akhir agar Skripsinya Cepat Selesai

Distraksi merupakan salah satu musuh utama yang membuat pekerjaanmu terganggu sehingga tidak bisa selesai tepat waktu. Dalam hal ini, distraksi sering kali bersumber dari lingkungan sekitar. Padahal, lingkungan bisa menentukan 50% produktivitas.

Ketika lingkungan kurang mendukung fokus, misalnya berisik, handphone diletakkan berdekatan dan membiarkan jaringan internetnya menyala, maka secara otomatis fokus akan mudah buyar. Oleh karenanya, coba lakukan langkah-langkah berikut untuk membebaskan dirimu dari gangguan atau distraksi:

  • Taruh handphone di laci atau tempat yang tidak terlihat
  • Pastikan laptop hanya digunakan untuk membuka Google Scholar, Microsoft Word, Mendeley, atau aplikasi lainnya yang berhubungan dengan skripsi
  • Jika kos atau rumah berisik, kunjungi tempat yang nyaman dan tenang, misalnya perpustakaan
  • Pasang alarm untuk tahu kapan perlu fokus menulis dan kapan istirahat.

5. Lawan perfeksionisme berlebihan

Perfeksionisme sering kali membuat mahasiswa terlalu lama fokus pada satu bagian. Akibatnya, skripsi tidak selesai-selesai karena merasa bagian atau paragraf tersebut belum sempurna.

Padahal, tidak ada draft skripsi yang sempurna. Draft pertama yang jelek dan berantakan itu wajar. Justru lebih baik daripada bab sempurna yang tidak pernah ada. Jadi, yang terpenting adalah fokus menyelesaikannya terlebih dahulu karena nanti ada waktu tersendiri untuk merevisinya.

6. Rutin konsultasi dengan dosen pembimbing atau teman seperjuangan

Tips membangun produktivitas mahasiswa semester akhir lainnya yaitu rutin berkonsultasi, baik kepada dosen pembimbing maupun teman seperjuangan yang sedang skripsian. Hal ini bertujuan untuk menjaga motivasi dan semangat karena berjuang sendiri sering kali lebih melelahkan dan membuatmu rentan menyerah.

Untuk menjaga motivasi dan semangat selama proses penyusunan skripsi, kamu bisa coba lakukan tiga langkah berikut:

  • Bimbingan secara rutin minimal dua minggu sekali
  • Buat grup dan aktif berdiskusi dengan sesama teman pejuang skripsi
  • Unggah progres skripsian melalui story close friend seolah ada yang rutin meminta laporan perkembangan penyusunan skripsimu.

7. Jaga kesehatan

Terakhir, selalu ingat untuk menjaga kesehatan mental dan fisik. Produktivitas memang penting, namun bukan berarti waktumu digunakan untuk terus bekerja selama 24 jam penuh. Mengalami burnout karena mengejar skripsi selesai dalam waktu singkat bisa berdampak tertundanya skripsi sampai sebulan lamanya atau bahkan lebih.

Itulah kenapa penting untuk menjaga energi dan kesehatan agar tetap optimal. Yakni dengan tidur yang cukup 7-8 jam, olahraga rutin minimal 20 menit per hari, makan makanan bergizi, dan memberikan waktu libur mengerjakan skripsi setidaknya seminggu sekali.

Ceklist Produktif Mahasiswa Tingkat Akhir untuk Setiap Minggu

Nah, agar kamu lebih mudah dalam mempraktikkan bagaimana tips membangun produktivitas mahasiswa semester akhir setiap waktu satu minggu, berikut ceklist kegiatan yang bisa dilakukan agar skripsimu cepat selesai:

NoAktivitas Centang jika terselesaikan
1Tetapkan target menyelesaikan 1 bab
2Tandai waktu dua jam terbaik di kalender untuk fokus menulis
3Selesaikan 3 sesi pomodoro 50/10 (fokus menulis 50 menit, lalu istirahat 10 menit)
4Laporkan progres skripsian secara rutin ke dosen atau teman
5Ambil 1 hari libur tanpa menyentuh skripsi

FAQ Seputar Tips Membangun Produktivitas Mahasiswa Semester Akhir

Di bawah ini daftar pertanyaan yang sering diajukan mahasiswa akhir tentang tips membangun produktivitas agar skripsinya cepat selesai:

1. Bagaimana jika masih tetap malas menyelesaikan skripsi padahal sudah menerapkan tips tersebut?

Jika demikian, ingat kembali tujuan atau alasan kamu. Apakah ingin cepat lulus, ingin segera melamar pekerjaan, agar tidak perlu membayar UKT lagi, atau alasan lainnya. Tempel alasan tersebut di dinding atau tempat yang setiap hari kamu lihat untuk mengalahkan rasa malasmu.

2. Apakah bisa tetap produktif menyelesaikan skripsi meskipun sambil bekerja?

Bisa. Kamu bisa tetap menyelesaikan skripsi meskipun sambil bekerja dengan catatan memiliki jam terbaik setidaknya 1 jam untuk fokus mengerjakan skripsi setiap harinya.

3. Berapa jumlah kata ideal untuk menyusun skripsi setiap harinya?

Tidak ada jumlah kata ideal untuk menulis skripsi setiap harinya. Namun, ada baiknya targetkan 300-500 kata untuk menyelesaikan satu bab kecil.

4. Kapan waktu terbaik untuk mengerjakan skripsi?

Waktu terbaik untuk mengerjakan skripsi bisa berbeda-beda untuk setiap mahasiswa. Namun, kamu bisa coba kerjakan skripsi di jam 7 pagi sampai 2 siang di mana pagi hari mood sedang naik dan kinerja otak sedang optimal.

Itulah tujuh tips membangun produktivitas mahasiswa tingkat akhir yang bisa coba diterapkan agar skripsinya cepat selesai. Mulai dari memiliki waktu terbaik untuk menyusun skripsi, menetapkan target pekanan, menerapkan teknik pomodoro, menjauhi distraksi, hingga menjaga kesehatan.

Menyelesaikan skripsi itu tidak seperti drama Korea yang bisa kamu tonton maraton langsung sampai episode terakhir, ya. Mengerjakan secara konsisten setidaknya dua jam setiap hari justru lebih baik dan hasilnya pun lebih berkualitas dibandingkan begadang semalaman untuk menyelesaikan satu bab sekaligus.

Nah, dari tujuh tips yang sudah disebutkan dalam artikel ini, mana yang ingin kamu coba dulu Minggu ini? Yuk, coba tulis di kolom komentar!

WhatsApp
Facebook
Twitter
LinkedIn