
Sebelum memutuskan menerbitkan buku, coba tanyakan kepada diri sendiri, apa sih tujuan kamu menerbitkan buku? Untuk membangun personal branding sebagai penulis, atau memperoleh keuntungan finansial dari hasil penjualan buku?
Ya, tentu saja. Menerbitkan buku membutuhkan proses yang panjang dan penuh tantangan. Jadi, sangat wajar jika penulis menginginkan ada penghargaan yang layak atas perjuangannya dalam menulis buku.
Daftar isi
ToggleTips Memilih Penerbit dengan Sistem Royalti yang Menguntungkan
Jika kamu termasuk penulis yang menerbitkan buku untuk mendapatkan keuntungan finansial, maka memahami dan menerapkan tips memilih penerbit dengan sistem royalti yang menguntungkan merupakan langkah awal yang menentukan keberhasilan tujuanmu tersebut. Apa saja tipsnya? Dalam artikel ini, kamu akan mempelajarinya lebih lanjut!
Artikel yang sesuai:
Mengenal Sistem Royalti dalam Penerbitan Buku
Bagi kamu yang belum memahami apa itu royalti, royalti adalah penghasilan yang akan penulis dapatkan dari hasil penjualan bukunya. Jadi untuk setiap buku yang terjual, penulis akan mendapatkan royalti dengan jumlah tertentu sesuai kesepakatan bersama penerbit.
Pada umumnya, penerbit akan memberikan royalti dengan kisaran 5% sampai 20% untuk setiap buku yang terjual. Besaran persentase royalti ini juga bergantung pada jalur penerbitan apa yang kamu pilih.
Apakah penerbit mayor, penerbit indie, ataukah self publishing. Ketiga jenis penerbitan ini menawarkan besaran persentase royalti yang berbeda-beda.
Lalu, kapan royalti dibayarkan kepada penulis? Penerbit akan membayarkan royalti kepada penulis secara berkala. Ada penerbit yang membayarnya setiap 3 bulan, 6 bulan, hingga 1 tahun sekali selama kontrak atau kerja sama masih berlangsung.
Cara Perhitungan Royalti
Sebelum membahas tips memilih penerbit dengan sistem royalti yang menguntungkan, salah satu pertanyaan yang juga sering muncul di benak penulis buku pemula adalah bagaimana cara perhitungan royalti.
Misalnya saja, harga jual buku adalah Rp90.000, sementara royalti yang ditawarkan penerbit sebesar 10% untuk setiap buku yang terjual. Maka, kamu akan mendapatkan keuntungan atau royalti sebesar Rp9.000 dari setiap buku yang terjual.
Meski demikian, realitanya penentuan royalti penulis tidak sesederhana itu karena tergantung juga dengan sistem royalti buku yang ditawarkan oleh penerbit. Ada penerbit yang menentukan besaran royalti dari harga jual buku (gross), laba bersih (net), sistem bagi hasil, dan sistem jual putus (royalti dibayar di muka).
Jenis Penerbitan Buku
Sebelum memasuki pembahasan inti tentang tips memilih penerbit dengan sistem royalti yang menguntungkan, pengetahuan lain yang juga perlu kamu miliki sebelum menerbitkan buku adalah jalur penerbitan buku. Menerbitkan buku bisa melalui tiga jalur, yaitu:
Penerbit mayor
Penerbit mayor merupakan jenis penerbit yang diincar oleh banyak penulis karena menerbitkan buku secara gratis. Namun karena biaya penerbitan sepenuhnya ditanggung oleh penerbit, maka proses seleksi naskah berlangsung sangat ketat dan memakan waktu lama, bahkan bisa sampai berbulan-bulan.
Naskah yang dipilih adalah naskah yang memang benar-benar unik, berkualitas, sesuai dengan visi misi penerbit, dan memiliki potensi melejit di pasaran.
Nah, memilih penerbit mayor juga tentunya memengaruhi besaran persentase royalti yang akan penulis dapatkan. Yang mana, penulis mendapatkan royalti lebih kecil, yakni 8% hingga 12% saja. Hal ini dikarenakan keuntungan hasil penjualan buku juga digunakan untuk menutup biaya operasional penerbitan.
Penerbit indie
Selain penerbit mayor, ada pula jalur penerbitan melalui penerbit indie. Penerbit indie menjadi alternatif solusi untuk menerbitkan buku dengan cepat tanpa melalui seleksi yang ketat. Namun minusnya, penulis perlu menanggung keseluruhan biaya penerbitan.
Nah, karena biaya penerbitan ditanggung oleh penulis, maka besaran royalti yang diberikan oleh penerbit indie lebih besar dibandingkan penerbit mayor. Yaitu berkisar 15% atau bahkan lebih tinggi.
Self publishing
Jalur penerbitan buku yang terakhir adalah self publishing atau penerbitan buku secara mandiri oleh penulis. Dalam artian, seluruh proses penerbitan buku mulai dari penulisan naskah, editing, desain cover, layout, pengurusan ISBN dan hak cipta, hingga distribusi dan penjualan buku sepenuhnya di bawah kendali penulis.
Oleh karena penulis menerbitkan buku tanpa bantuan pihak penerbit dan seluruh biaya menjadi tanggung jawab penulis, maka royalti atau keuntungan dari hasil penjualan buku akan menjadi milik penulis sepenuhnya.
Bagaimana Memilih Penerbit dengan Sistem Royalti yang Menguntungkan?
Nah, sekarang kamu sudah paham kan apa itu royalti buku dan apa saja jenis jalur penerbitan buku yang bisa kamu pilih? Selanjutnya kita akan memasuki pembahasan utama, yakni bagaimana sih tips memilih penerbit dengan sistem royalti yang menguntungkan? Berikut langkah-langkahnya:
1. Riset penerbit dan bandingkan
Langkah pertama yang perlu lakukan untuk memilih penerbit dengan sistem royalti yang menguntungkan adalah mencari tahu sistem royalti buku di beberapa penerbit yang ingin kamu tuju dan kemudian bandingkan.
Lakukan riset mendalam melalui website atau media sosial penerbit, bertanya kepada sesama penulis, atau bergabung dengan komunitas kepenulisan. Riset mendalam membantu kamu mendapatkan informasi detail dan akurat sehingga lebih mudah dalam menentukan penerbit mana yang terbaik.
2. Pahami isi kontrak penerbitan dengan teliti dan cermat
Kunci utama untuk mendapatkan royalti yang menguntungkan adalah memahami isi kontrak penerbitan dengan cermat dan teliti. Sebab, di dalam kontrak penerbitan buku memuat hal-hal penting seperti durasi kontrak, hak cipta, hingga sistem royalti buku. Memahami setiap detail ini sangat penting agar tidak berdampak besar di kemudian hari perihal hak-hak penulis.
Untuk itu, pastikan kontrak penerbitan menerangkan dengan jelas dan transparan terkait sistem royalti yang diberlakukan, persentase royalti, hingga jadwal pembayarannya.
Jika ada hal-hal terkait royalti atau lainnya yang belum kamu pahami, jangan ragu tanyakan kepada penerbit, ahli hukum, atau sesama penulis yang sudah pernah menerbitkan buku di penerbit yang hendak kamu tuju.
3. Telusuri reputasi penerbit
Tips berikutnya, cobalah telusuri reputasi penerbit yang kamu pilih. Bagus atau tidaknya reputasi penerbit bisa kamu lihat berdasarkan review atau testimoni penulis yang berpengalaman menerbitkan buku di penerbit tersebut.
Selain itu, di era digital ini melihat keaktifan penerbit di media sosial juga penting. Media sosial penerbit yang aktif berbagi konten atau informasi bisa menjadi salah satu indikator profesionalitas penerbit dalam bekerja dan mempromosikan karya-karya yang mereka terbitkan.
Melalui media sosial dan website penerbit, kamu juga bisa menemukan portofolio atau hasil buku yang diterbitkan dan dicetak oleh penerbit. Dengan begitu, kamu bisa melihat secara langsung bagaimana kualitas buku yang mereka terbitkan.
4. Periksa layanan penerbitan
Layanan penerbitan yang lengkap dan menyeluruh merupakan salah satu indikator profesionalitas dan totalitas penerbit dalam membantu penulis. Termasuk dalam sistem royalti yang ditawarkan, penerbit profesional tentunya memahami bagaimana menghargai jerih payah penulis melalui penerapan sistem royalti yang menguntungkan bagi penulis.
5. Sesuaikan dengan tujuan penerbitan buku
Seperti yang sudah dibahas di awal bahwa memilih penerbit yang tepat perlu disesuaikan dengan tujuan penerbitan buku. Jika money oriented menjadi alasan kamu menerbitkan buku, maka memilih penerbit dengan sistem royalti yang menguntungkan merupakan langkah krusial agar tujuanmu tercapai.
6. Jangan mudah tergiur dengan janji manis
Penerbit profesional umumnya memberikan gambaran yang realistis tentang royalti buku. Jangan mudah tergiur jika ada penerbit yang menawarkan janji manis seperti buku dipastikan best seller, penulis bisa cepat kaya, atau memberikan besaran royalti yang tidak wajar.
7. Perhatikan dukungan pemasaran dari penerbit
Tips memilih penerbit dengan sistem royalti yang menguntungkan berikutnya adalah memperhatikan dukungan distribusi dan pemasaran dari penerbit. Sebab, kedua kegiatan ini sangat memengaruhi hasil penjualan buku.
Penerbit profesional umumnya memberikan dukungan pendistribusian dan penjualan buku melalui toko online maupun offline serta website penerbit. Dengan begitu, bukumu bisa mendapatkan jangkauan lebih luas sehingga royalti yang diperoleh pun lebih besar.
Jadi, perlu dipahami bahwa royalti tinggi tidak akan berarti jika penerbit tidak mendukung kemudahan bagi target pembaca dalam mengakses buku yang sudah mereka terbitkan. Artinya, dalam hal ini penerbit perlu memiliki jaringan distribusi yang luas.
8. Memeriksa transparansi penerbit
Terakhir, memeriksa transparansi penerbit dalam melaporkan hasil penjualan, distribusi, dan royalti buku juga menjadi bagian dari tips memilih penerbit dengan sistem royalti yang menguntungkan. Penerbit yang terpercaya selalu rutin melaporkan data hasil penjualan dan distribusi buku serta melakukan pembayaran royalti tepat waktu.
Poin ini sering kali terlewatkan oleh penulis pemula. Maka sekali lagi, mempelajari kontrak penerbitan buku dengan cermat menjadi langkah penting agar kamu bisa memilih penerbit dengan sistem royalti yang menguntungkan.
Mengenal Sistem Cek Royalti di Ruang Akademisi
Bicara soal sistem royalti, salah satu penerbit yang mengedepankan transparansi dalam sistem royalti adalah Ruang Akademisi. Ruang Akademisi menyadari bahwa kepercayaan merupakan modal penting untuk menjamin kelancaran kerja sama dengan penulis dalam jangka panjang.
Hal tersebut diwujudkan oleh penerbit Ruang Akademisi melalui adanya sistem cek royalti secara mandiri. Jadi melalui sistem ini, penulis yang menerbitkan buku melalui Ruang Akademisi bisa memantau hasil penjualan bukunya melalui dashboard cek royalti milik Ruang Akademisi yang bisa diakses kapan saja dan di mana saja ketika kamu membutuhkan.
Melalui sistem cek royalti tersebut kamu bisa mengetahui data laporan penjualan, distribusi, dan besaran royalti yang diperoleh dengan jelas dan transparan. Kerahasiaan data pun bisa dipastikan terjaga dengan aman.
Kelebihannya lagi, data yang ditampilkan bersifat real time atau terbaru. Hal ini memudahkan kamu dalam mengambil keputusan secepatnya apabila diperlukan perubahan strategi promosi untuk meningkatkan penjualan buku.
Bagaimana Cara Mengecek Royalti di Ruang Akademisi?
Cara mengecek royalti di Ruang Akademisi sangat mudah. Penulis cukup mengunjungi link berikut: Cek Royalti Buku di Ruang Akademisi. Setelah itu, penulis perlu memasukkan nama, judul buku, dan PIN atau password. PIN atau password bisa didapatkan dengan melakukan verifikasi ke nomor WhatsApp admin yang tertera di dashboard.
Nah, itulah tadi pembahasan tentang tips memilih penerbit dengan sistem royalti yang menguntungkan. Bagi kamu yang mengedepankan keuntungan materi dari penerbitan bukumu, semoga informasi di atas bisa kamu jadikan bahan pertimbangan dalam memilih penerbit yang memberikan royalti terbaik, ya. Selamat mencoba!






