8 Manfaat Mengubah KTI Menjadi Buku ber-ISBN bagi Dosen

8 Manfaat Mengubah KTI Menjadi Buku ber-ISBN bagi Dosen

Setiap dosen pastinya pernah mempublikasikan karya tulis ilmiah (KTI), baik berupa skripsi, tesis, disertasi, artikel ilmiah, maupun jurnal. Namun sayangnya, banyak yang karya ilmiahnya hanya berakhir tersimpan di folder laptop atau berdebu di rak perpustakaan kampus.

Padahal, karya tulis ilmiah (KTI) terlahir dari proses penelitian panjang, penuh dedikasi, dan di dalamnya menyimpan ilmu pengetahuan berharga yang sudah selayaknya diketahui masyarakat luas.

8 Manfaat Mengubah KTI Menjadi Buku ber-ISBN bagi Dosen

Itulah alasan penting mengapa KTI perlu diubah menjadi buku. Tidak hanya bermanfaat bagi masyarakat, manfaat mengubah KTI menjadi buku juga bisa dirasakan oleh dosen. Nah, apa saja manfaat mengubah KTI menjadi buku bagi dosen? Pembahasan selengkapnya sudah kami rangkum berikut ini!

Apa Itu KTI?

Sebelum mempelajari manfaat mengubah KTI menjadi buku bagi dosen, ada baiknya kita pahami lebih dulu apa itu KTI. KTI atau karya tulis ilmiah merupakan tulisan yang disusun berdasarkan metode ilmiah. KTI juga dapat didefinisikan sebagai hasil pemikiran dan penelitian secara sistematis, objektif, serta dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Karya tulis ilmiah disusun untuk memecahkan permasalahan yang ditemukan di lapangan atau menjawab pertanyaan ilmiah menggunakan metode ilmiah.

Karya tulis ilmiah juga dapat diartikan sebagai karya tulis yang menjelaskan hasil penelitian, analisis, atau kajian terhadap suatu fenomena atau permasalahan tertentu, baik secara individu maupun kelompok.

Penyusunan KTI ini berbeda dengan jenis karya tulis lainnya. Yang mana, penyusunan KTI harus sesuai dengan kaidah penulisan akademik dan etika keilmuan yang berlaku.

Mengapa KTI Perlu Diubah Menjadi Buku?

Bukan tanpa alasan atau tujuan yang berarti, mengubah KTI menjadi buku ini penting karena alasan-alasan berikut:

1. Supaya isinya lebih mudah dipahami

Karena menggunakan bahasa yang terlalu formal dan struktur yang kompleks, KTI cenderung tidak mudah dipahami oleh pembaca umum. Maka dengan mengubahnya menjadi buku, isi KTI bisa mudah dipahami tidak hanya oleh kalangan akademisi saja, tetapi juga pembaca umum.

2. Memperluas dampak ilmu pengetahuan

Dengan diubahnya KTI menjadi buku, berarti bahwa dampak ilmu pengetahuan yang tersimpan di dalam KTI bisa dirasakan oleh lebih banyak orang. Sebab, jangkauan buku jauh lebih luas dibandingkan KTI yang hanya diperuntukkan bagi kalangan akademisi saja.

3. Mengabadikan ilmu pengetahuan

Tidak sedikit KTI yang berakhir berdebu di ruang penyimpanan laptop atau rak buku di rumah. Padahal, KTI merupakan aset intelektual yang layak diabadikan dan disebarluaskan kepada masyarakat luas.

Dengan mengubahnya menjadi buku, KTI bisa dihidupkan kembali dengan bahasa yang lebih segar, sederhana, mudah dipahami, dan memberikan manfaat lebih luas.

8 Manfaat Mengubah KTI Menjadi Buku ber-ISBN

8 Manfaat Mengubah KTI Menjadi Buku ber-ISBN bagi Dosen

Sebagai salah satu kalangan akademisi yang terbiasa menghasilkan KTI, mengubah KTI-nya menjadi buku merupakan salah satu langkah penting yang perlu dosen pertimbangkan. Berikut ini manfaat mengubah KTI menjadi buku bagi dosen:

1. Mendukung kenaikan pangkat akademik dosen

Pertama, mengubah KTI menjadi buku bermanfaat untuk mendukung kenaikan pangkat akademik dosen. KTI yang sudah diubah menjadi buku dan diterbitkan ber-ISBN, bisa menambah poin KUM yang mana penting sebagai syarat pengajuan kenaikan pangkat atau jabatan fungsional dosen.

Bahkan tidak hanya menguntungkan bagi dosen, menerbitkan buku ber-ISBN juga berperan penting untuk meningkatkan akreditasi perguruan tinggi tempat dosen mengajar. Semakin banyak dosen yang jabatan fungsionalnya tinggi, maka semakin bagus pula bagi akreditasi perguruan tinggi.

2. Memperkuat reputasi dosen

Buku bisa menjadi bukti nyata yang menunjukkan kontribusi intelektual seorang dosen di dunia akademik. Hal ini berarti bahwa aktif menulis dan menerbitkan buku bisa membuat reputasi dosen semakin kuat dan dipercaya terkait keahliannya.

3. Berpeluang mendapatkan penghasilan tambahan

Tidak hanya manfaat dalam bidang akademik, mengubah KTI menjadi buku juga memberikan manfaat berupa nilai ekonomi bagi dosen. Dosen bisa mendapatkan penghasilan tambahan dari royalti penjualan buku.

4. Memperluas manfaat KTI

Karena bahasanya terlalu formal dan kaku, target pembaca KTI ialah kalangan akademisi saja. Berbeda jika KTI sudah diubah menjadi buku, maka manfaatnya bisa dirasakan oleh lebih banyak orang, yakni pembaca dari kalangan masyarakat umum.

Itulah mengapa untuk memperluas manfaat dari hasil penelitiannya, dosen perlu mengubah KTI menjadi buku dan menerbitkannya melalui penerbit.

Buku tersebut nantinya bisa dimanfaatkan oleh lebih banyak orang untuk dijadikan sebagai referensi atau sekadar menjadi bahan bacaan untuk memperluas wawasan.

5. Meningkatkan kemampuan menulis dosen

Jika dosen bekerja secara mandiri atau tidak menggunakan jasa konversi KTI menjadi buku, maka mengubah KTI menjadi buku juga bermanfaat mengasah keterampilan menulis yang dosen miliki.

Sebab, untuk mengubah KTI yang formatnya ilmiah dan baku menjadi buku umum tentu diperlukan keahlian dalam merestrukturisasi naskah. Salah satunya untuk menyederhanakan gaya bahasanya agar lebih mudah dipahami oleh kalangan pembaca umum.

6. Memperluas jaringan

Manfaat mengubah KTI menjadi buku juga penting untuk memperluas jaringan atau relasi dosen. Dengan menerbitkan buku hasil konversi KTI, dosen yang sebelumnya hanya terkenal di lingkungan akademisi saja maka setelahnya bisa mendapatkan relasi baru di luar lingkungan akademik dan dari berbagai sektor.

Misalnya dari kalangan penerbit, sesama penulis buku lain, atau dari kalangan pembaca bukunya sendiri. Semakin luas relasi dosen, maka akan semakin baik pula pengaruhnya bagi kehidupan dosen.

7. Wujud kontribusi dosen dalam mengembangkan ilmu pengetahuan

Mengubah KTI menjadi buku merupakan wujud kontribusi seorang dosen dalam mengembangkan ilmu pengetahuan. Buku yang diterbitkan bisa dijadikan referensi, bahan ajar, atau bahkan inspirasi bagi para pembaca.

Dengan kata lain, mengubah KTI menjadi buku tidak semata-mata bermanfaat bagi diri dosen pribadi. Melainkan juga bagi banyak pihak lain seperti masyarakat umum dan perguruan tinggi tempat dosen bernaung.

8. Sebagai bukti keahlian

Terakhir, mengubah KTI menjadi buku juga bisa menjadi salah satu bukti yang menunjukkan kepakaran atau keahlian seorang dosen di bidang keilmuan tertentu.

Sebab, penerbit buku kredibel dan profesional tentu tidak akan asal-asalan memilih buku untuk diterbitkan. Dengan demikian, mengubah KTI menjadi buku yang diterbitkan ber-ISBN bisa membuat kredibilitas dosen semakin meningkat.

Nah, demikianlah pembahasan tentang alasan mengapa KTI perlu diubah menjadi buku, beserta delapan manfaat mengubah KTI menjadi buku bagi dosen.

Mengubah KTI menjadi buku dan diterbitkan ber-ISBN merupakan langkah penting untuk mengembangkan karier dosen di dunia akademik, memperluas dampak penelitian, mendapatkan keuntungan finansial, melatih kemampuan menulis, hingga memperluas relasi dosen.

Jika kamu seorang dosen yang ingin memperluas dampak KTI-mu dengan mengubahnya menjadi buku, Ruang Akademisi siap membantu merestruktur naskah KTI-mu secara menyeluruh menjadi buku umum dan menerbitkannya ber-ISBN.

Hanya dengan begitu, manfaat hasil penelitianmu bisa dirasakan oleh lebih banyak orang. Kamu pun bisa mendapatkan tambahan angka kredit poin untuk mengajukan kenaikan pangkat akademik. Jika tertarik, untuk informasi lebih lanjut, kamu bisa klik berikut: Jasa Konversi KTI (Skripsi, Tesis, dan Disertasi) Menjadi Buku ber-ISBN Proses Cepat.

WhatsApp
Facebook
Twitter
LinkedIn