Cara Membuat Landasan Teori yang Tepat untuk Penelitian dan Skripsi Beserta Contohnya

Bagi kamu yang saat ini duduk di bangku kuliah, istilah landasan teori pasti sudah sering terdengar di telingamu, bukan? Landasan teori menjadi salah satu bagian penting dalam kegiatan penelitian dan penyusunan karya ilmiah seperti proposal, jurnal, atau skripsi.

Sebuah penelitian tentu perlu memiliki dasar yang kuat kenapa perlu dilakukan. Di sinilah landasan teori memegang peranan penting agar penelitian yang kamu lakukan dinilai akurat, memiliki urgensi, dan relevan dengan permasalahan yang ada.

Cara Membuat Landasan Teori yang Tepat untuk Penelitian dan Skripsi Beserta Contohnya

Nah, kalau sekarang ini kamu sedang dalam proses penelitian atau penyusunan karya ilmiah, memahami cara membuat landasan teori yang tepat menjadi bekal penting untuk menentukan keberhasilan penelitian yang kamu lakukan. Yuk, langsung saja ikuti langkah-langkah dalam artikel ini untuk membuat landasan teori yang baik!

Pengertian Landasan Teori

Secara umum, landasan teori adalah pemikiran yang mendasari dilakukannya sebuah penelitian. Landasan teori juga dapat didefinisikan sebagai pedoman atau dasar yang menguatkan dan mengarahkan penelitian.

Landasan teori berisikan penjelasan konsep, definisi, atau proposisi yang disusun secara sistematis mengenai variabel penelitian yang digunakan.

Landasan teori yang kuat mampu menghubungkan penelitian yang hendak dilakukan dengan teori terdahulu yang diungkapkan oleh para ahli atau ilmuwan di bidang yang diteliti.

Dengan begitu, alasan yang mendasari dilakukannya penelitian bisa dikatakan kuat karena tidak hanya berdasarkan opini atau asumsi peneliti saja, melainkan ada bukti nyata berupa teori dan fakta di lapangan.

Membuat landasan teori untuk penelitian, jurnal, proposal, skripsi, maupun karya ilmiah lainnya juga penting agar peneliti lebih mudah dalam menyusun hipotesis dan metodologi penelitian yang tepat.

Pengertian Landasan Teori Menurut Ahli

Pengertian landasan teori juga dikemukakan oleh banyak ahli. Beberapa di antaranya yaitu sebagai berikut:

1.Kerlinger

Menurut Kerlinger, landasan teori adalah konsep yang berhubungan satu sama lain terkait pandangan dari fenomena yang bersifat sistematis.

2. Moleong

Definisi landasan teori juga disampaikan oleh Moleong. Menurutnya, landasan teori adalah seperangkat proposisi yang terintegrasi secara sintaksis atau mengikuti aturan tertentu yang berkaitan secara logis
dengan data yang dianalisis.

3. Sugiyono

Sugiyono berpendapat bahwa landasan teori ialah sesuatu yang mendasari riset yang perlu ditegakkan agar penelitian memiliki dasar yang kokoh dan bukan sekadar coba-coba atau trial and error.

4. Ismaun

Pengertian landasan teori juga disampaikan oleh Ismaun secara lebih sederhana. Menurutnya, landasan teori didefinisikan sebagai pernyataan yang berisikan kesimpulan substantif mengenai keteraturan.

5. Neuman

Pendapat lainnya tentang apa itu landasan teori diutarakan pula oleh Neuman. Menurut Neuman, landasan teori adalah definisi, konsep, atau proposisi yang digunakan untuk memandang sebuah fenomena secara sistematis.

Menurutnya, landasan teori juga dapat digunakan untuk mengetahui hubungan antar variabel secara spesifik agar fenomena penelitian dapat dengan mudah diprediksi.

Perbedaan Landasan Teori dengan Tinjauan Pustaka

Selain landasan teori, tinjauan pustaka juga menjadi salah satu bagian yang akan kamu jumpai dalam penelitian atau penyusunan karya ilmiah. Banyak yang beranggapan bahwa landasan teori dan tinjauan pustaka ini sama.

Padahal, landasan teori dan tinjauan pustaka menyimpan perbedaan dalam beberapa aspek. Seperti fokus utama, tujuan, waktu penyusunan, dan isinya.

1.Fokus

Aspek pertama yang membedakan antara landasan teori dan tinjauan pustaka adalah fokus pembahasannya. Yang mana, tinjauan pustaka berfokus pada literatur yang berasal dari penelitian-penelitian terdahulu yang relevan dengan topik penelitian yang akan dilakukan.

Sementara itu, landasan teori berfokus pada konsep ilmiah atau teori-teori yang dikemukakan oleh para ahli di bidang terkait untuk digunakan sebagai kerangka berpikir yang kuat dan logis dalam melaksanakan penelitian.

2. Tujuan

Dari aspek tujuan, tinjauan pustaka dan landasan teori juga berbeda. Landasan teori bertujuan untuk memberikan pemahaman melalui penyajian kerangka teori yang mendasari permasalahan yang diteliti.

Berbeda dengan tinjauan pustaka, tujuan penyusunannya adalah untuk menjelaskan ilmu pengetahuan yang sudah ada sebelumnya yang memiliki relevansi dengan topik penelitian, menemukan landasan penelitian yang baru, dan permasalahan yang belum ada solusinya.

3. Isi

Landasan teori berisikan teori-teori dari para ahli yang dijadikan sebagai dasar penelitian. Sementara tinjauan pustaka berisikan kajian atau analisis pengetahuan yang dihasilkan dari penelitian-penelitian terdahulu.

4. Waktu penulisan

Perbedaan terakhir dari landasan teori dan tinjauan pustaka dapat dilihat dari aspek waktu penulisan. Landasan teori umumnya disusun setelah tinjauan pustaka agar peneliti lebih mudah dalam mengembangkan kerangka konsep, sedangkan tinjauan pustaka disusun pada awal penelitian agar peneliti bisa memahami topik penelitian terlebih dahulu.

Cara Membuat Landasan Teori

Cara Membuat Landasan Teori yang Tepat untuk Penelitian dan Skripsi Beserta Contohnya

Nah, setelah memahami apa itu landasan teori, maka harapannya kamu akan lebih mudah dalam mencerna cara membuat landasan teori yang baik. Berikut ini langkah-langkah membuat landasan teori untuk penelitian jurnal, proposal, skripsi, atau karya ilmiah lainnya yang perlu kamu ketahui:

1.Memahami tentang topik penelitian

Langkah pertama untuk membuat landasan teori yang tepat adalah memahami topik penelitian yang diangkat. Memahami topik penelitian ini penting untuk membantumu menentukan variabel-variabel atau konsep penelitian dengan jelas. Dengan demikian, kamu juga bisa mengetahui teori yang relevan untuk dijadikan referensi lebih lanjut.

2. Mengumpulkan sumber referensi

Setelah topik penelitian sudah ditentukan dan dipahami, langkah berikutnya adalah mengumpulkan sumber referensi yang valid dan relevan dengan topik penelitian. Sumber referensi yang digunakan bisa berupa buku, jurnal, artikel, atau sumber referensi lain yang terjamin kredibilitasnya.

Referensi dari internet juga bisa kamu gunakan selagi berasal dari situs yang dapat dipercaya. Misalnya, repository kampus, jurnal bereputasi, instansi pemerintah terkait, atau situs profesional dan kredibel lainnya.

3. Menyusun kerangka teori atau pemikiran

Setelah sumber referensi dikumpulkan dalam jumlah yang cukup untuk mendukung penelitian, langkah membuat landasan teori selanjutnya adalah menyusun kerangka pemikiran atau teori dari para ilmuwan yang mendasari dilakukannya penelitian.

Kerangka pemikiran dapat disusun dalam bentuk diagram alur atau pun berupa narasi yang menjelaskan hubungan antar variabel penelitian. Adanya kerangka teori atau pemikiran ini bertujuan untuk menjelaskan pemikiran secara logis dari dasar teori yang digunakan hingga bisa menuju ke penelitian.

Jadi di dalam kerangka teori, kamu perlu mendefinisikan setiap konsep yang dibahas dengan jelas berdasarkan pandangan atau teori para ahli. Baik disampaikan melalui diagram alur maupun narasi yang jelas dan logis.

4. Mulai susun landasan teori

Setelah kerangka teori sudah dibuat, maka berikutnya kamu bisa mulai menyusun landasan teori. Di sini, kamu perlu menerangkan hubungan antara konsep atau teori dari para ahli dengan penelitian yang hendak dilakukan.

Selain itu, kamu juga perlu menunjukkan keterkaitan antara landasan teori dengan hipotesis dan tujuan penelitian. Tulislah landasan teori secara sistematis, mulai dari konsep secara umum hingga menuju ke yang spesifik.

5. Mencantumkan sumber referensi

Setelah landasan teori selesai ditulis, jangan lupa sertakan berbagai sumber referensi yang digunakan. Langkah ini tidak boleh terlewatkan agar karya ilmiah yang kamu susun terhindar dari plagiarisme.

Dengan kata lain, mencantumkan sumber referensi penting untuk meningkatkan kredibilitas penelitian. Untuk setiap data atau informasi yang dikutip dari sumber lain, jangan lupa gunakan format sitasi yang berlaku. Misalnya APA, MLA, atau format sitasi lainnya sesuai ketentuan.

Contoh Landasan Teori

Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas tentang topik cara membuat landasan teori yang tepat, kamu bisa perhatikan beberapa contoh landasan teori berikut ini:

Cara Membuat Landasan Teori yang Tepat untuk Penelitian dan Skripsi Beserta Contohnya

Sumber: repository.metrouniv.ac.id

 

Cara Membuat Landasan Teori yang Tepat untuk Penelitian dan Skripsi Beserta Contohnya

Sumber: academia.edu

Cara Membuat Landasan Teori yang Tepat untuk Penelitian dan Skripsi Beserta Contohnya

Sumber: repository.uinsaizu.ac.id

Demikianlah cara membuat landasan teori yang baik dan tepat untuk penelitian skripsi, jurnal, proposal, atau karya ilmiah lainnya. Dalam sebuah penelitian atau penyusunan karya ilmiah, menyusun landasan teori merupakan langkah penting.

Landasan teori menunjukkan pemikiran yang digunakan oleh peneliti untuk mendasari penelitian yang dilakukan terhadap fenomena atau permasalahan tertentu.

Landasan teori juga dapat digunakan sebagai peta yang mengarahkan penelitian. Tujuannya agar peneliti tidak dinilai asal-asalan dalam mengeluarkan pernyataan atau asumsi terkait topik penelitiannya, melainkan ada dasar yang kuat dan tidak keluar dari koridor keilmuan.

WhatsApp
Facebook
Twitter
LinkedIn