7 Jenis Tema Puisi: Cinta, Kematian, Agama, hingga Keluarga

7 Jenis Tema Puisi Cinta, Kematian, Agama, hingga Keluarga

Siapa yang tidak pernah membaca puisi? Kata-kata yang sengaja disusun dengan indah, berima, serta memiliki irama. Berbagai tema puisi dapat kita peroleh dari pengalaman hidup, perasaan, pandangan, dan pemikiran.

Puisi tidak hanya berbentuk rayuan, romansa, atau cinta. Ada banyak jenis tema puisi yang dapat kita jadikan inspirasi, misalnya mengenai kegelisahan, kesedihan, keindahan alam, keluarga, dan persahabatan. Jadi, puisi tidak hanya berpatokan pada suatu tema saja, semua bentuk perasaan dan emosi dapat kita jadikan sebagai tema dalam puisi.

7 Jenis Tema Puisi: Cinta, Kematian, Agama, hingga Keluarga

Melalui artikel ini, kita akan memahami dengan lebih dalam apa saja jenis-jenis tema yang biasa kita jumpai dalam penulisan puisi. Harapannya setelah membaca tulisan ini, kita bisa mengembangkan inspirasi untuk menulis puisi dengan tema tertentu. Selain itu, kita juga lebih mengapresiasi puisi sebagai karya yang penuh makna dan daya pikat.

Jenis Tema Puisi

Sesuai judul artikel ini, pertama kita akan membahas tentang berbagai jenis tema yang umumnya dipakai sebagai ide dan kreativitas dalam menulis puisi.

1. Cinta

Tema pertama yang akan kita kupas yaitu cinta. Tema ini sudah sering kita temui di banyak buku antologi atau kumpulan puisi dari berbagai penyair terkenal dunia. Pada umumnya, tema ini mengekspresikan kisah cinta yang terjalin di antara dua sejoli.

Tulisan puisi yang mengandung unsur cinta tidak hanya soal kebahagian dalam merajut benang asmara, tetapi juga mencakup kerinduan, kesedihan, kekhawatiran, kecemburuan, dan kehilangan. Namun, tema cinta dalam puisi tidak hanya berupa kasih sayang untuk orang lain, melainkan untuk alam, orang tua, atau bahkan untuk diri pribadi. Salah satu contoh puisi bertemakan cinta karya penyair Indonesia adalah “Aku Ingin” dan “Sajak-Sajak Kecil Tentang Cinta”, karangan Sapardi Djoko Damono.

2. Kematian

Seperti cinta, kematian merupakan tema yang sangat lumrah dalam puisi. Kematian di sini, bukan sekedar rasa sedih dan kehilangan orang yang dicintai, tapi merupakan refleksi dan pandangan perihal akhir kehidupan di bumi. Bentuk puisi ini tidak jarang menggambarkan kematian tidak hanya sebagai titik akhir, tetapi juga sebagai momen spiritual, pembebasan, dan pengingat akan tenggat waktu kehidupan manusia yang semakin berkurang.

Contoh beberapa puisi yang memiliki tema kematian karya Sapardi Djoko Damono yaitu “Pada Suatu Hari Nanti”, “Maut”, dan “Berjalan di Belakang Jenazah”.

3. Agama

Tema puisi yang akan kita bahas selanjutnya adalah agama yang berkaitan erat dengan religiusitas dan spiritualitas. Karya puisi yang menggunakan tema ini mengandung perenungan tentang akhirat, kepercayaan dan kedekatan kepada Tuhan Yang Maha Esa, maupun adanya kekuatan yang mengendalikan kehidupan di dunia.

Panyair yang menulis puisi tema ini seakan-akan menemukan kedamaian dan ketenangan batin. Namun di sisi lain, penyair juga bisa menuliskan rasa kecewa dan marah terhadap berbagai bentuk ketidakadilan yang mengatasnamakan Tuhan. Selain itu, melalui puisi ini penyair juga bisa meluapkan emosi pribadi, seperti rasa rindu, harapan, dan penerimaan diri.

Beberapa contoh puisi yang mengandung nilai agama dan spiritualitas yaitu “Ketika Engkau Bersembahyang” ciptaan Emha Ainun Najib (Cak Nun), “Sajadah Panjang” karya Taufiq Ismail, dan “Doa” yang ditulis oleh Chairil Anwar.

4. Alam

Sudah tidak perlu diragukan lagi, alam merupakan salah satu tema puisi yang paling sering dimanfaatkan. Makna alam yang begitu luas dan tidak terbatas memungkinkan penyair untuk menjadikannya tema dalam puisi yang kompleks dan menarik.

Beberapa contoh spesifik tema yang bisa digunakan adalah daya pikat langit sore (senja), kedamaian pagi di pegunungan, kemarahan dan kesedihan melihat kerusakan alam, dan keharmonisan manusia dan lingkungannya. Contoh puisi tentang alam yang terkenal yaitu “Hujan Bulan Juni” karya Sapardi Djoko Damono dan “Sajak Matahari” yang ditulis oleh maestro sastra Indonesia, W.S. Rendra.

5. Kehidupan

7 Jenis Tema Puisi Cinta, Kematian, Agama, hingga Keluarga

Kehidupan merupakan suatu tema puisi yang berisikan perjuangan, kegagalan, ketidakpastian, perubahan, harapan, kebahagiaan, dan kepedihan. Tujuan seorang penyair menuliskan puisi dengan tema ini yaitu untuk merenungkan dan mempelajari makna kehidupan yang penuh misteri, kesempatan, dan tantangan.

Contoh puisi atau sajak yang mengangkat tema ini adalah “Aku” karya Chairil Anwar yang menyiratkan semangat hidup dan perjuangan.

6. Pendidikan

Rasanya kurang lengkap, jika tidak memasukkan pendidikan ke dalam salah satu jenis tema puisi yang sering diangkat. Biasanya, topik yang ditulis mulai dari, semangat/motavasi belajar, rasa sayang kepada teman maupun guru , kritik terhadap sistem pendidikan, dan pengalaman sekolah. Topik-topik ini dapat kita wujudkan dalam bentuk puisi perihal cita-cita, masa depan, kebersamaan, keelokan buku sebagai sumber ilmu, dan ekspresi rasa terima kasih kepada guru atas jasa-jasanya.

Contoh puisi pendidikan yang populer yaitu “Guruku” yang dibuat oleh Mustofa Bisri dan “Bintang” karya sastrawan Chairil Anwar.

7. Orang tua atau keluarga

Orang tua maupun anggota keluarga lainnya tidak luput menjadi topik dalam sebuah puisi. Banyak puisi-puisi hebat yang terlahir dari perasaan kasih sayang dan kehangatan keluarga. Jenis puisi ini menggambarkan pengalaman, perasaan, dan keterikatan yang terjadi di antara anggota keluarga, khususnya orang tua.

Seperti jenis tema lainnya, puisi ini tidak sekedar mengungkapkan rasa kebahagiaan dan sayang, melainkan juga kenangan, kesedihan, pengorbanan, dan kehilangan. Melalui tema puisi ini, kita bisa menuturkan rasa terima kasih atas jasa, pengorbanan, kepedulian, dan perhatian setiap anggota keluarga.

Contoh puisi yang mengusung tema orang tua dan keluarga yaitu “Ibu” karya Chairil Anwar dan “Akulah Si Telaga” karya penyair Sapardi Djoko Damono yang mengandung arti ketulusan kasih sayang orang tua kepada anaknya.

3 Tahap Menulis Puisi

Setelah mempelajari dan memahami jenis-jenis tema puisi, rasa kurang sempurna jika kita tidak membahas tentang tahapan dalam menulis puisi. Langsung saja kita simak penjelasan di bawah ini:

1. Tahap pra-penulisan

Tahap pertama dalam menulis sebuah puisi dimulai dari menggali inspirasi, ide, dan tema yang akan kita usung. Cara yaitu dengan membaca, memperhatikan lingkungan sekitar, menganalisis pengalaman pribadi, atau melakukan brainstorming (mengumpulkan gagasan).

2. Tahap penulisan

Tahap kedua yaitu penyair bisa langsung menulis puisi dengan menggunakan bahasa serta pemilihan diksi yang ekspresif, kreatif, dan imajinatif. Pada tahap ini, penyair juga bisa memanfaatkan berbagai teknik atau majas seperti metafora, simile, hiperbola, sinestesia, dan personifikasi untuk memperindah puisi.

3. Tahap revisi

Tahap terakhir yaitu melakukan penyuntingan dan revisi puisi yang sudah dibuat. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa puisi tersebut telah sesuai dengan struktur penulisan, gaya bahasa, rima, dan irama yang kita kehendaki.

Nah, itulah penjelasan mengenai jenis-jenis tema puisi yang sering kita jumpai kala membaca buku kumpulan puisi. Di samping itu, kita juga sudah mengetahui dan mempelajari apa saja tahapan dalam menulis puisi. Semoga setelah membaca artikel ini, wawasan serta pengetahuan teman-teman khususnya yang akan mencoba menulis puisi akan semakin bertambah.

WhatsApp
Facebook
Twitter
LinkedIn