
Apakah kamu baru memasuki pendidikan di perguruan tinggi dan menemukan istilah-istilah yang baru kamu dengar? Seperti IPK, SKS, KRS, yudisium, dan wisuda?
Pada awal perkuliahan, istilah-istilah tersebut mungkin akan membuat kamu bingung karena belum terbiasa. Khususnya terkait perbedaan yudisium dan wisuda, karena keduanya sama-sama berkaitan dengan kelulusan mahasiswa.
Daftar isi
Toggle5 Perbedaan Yudisium dan Wisuda yang Perlu Mahasiswa Pahami
Nah, artikel ini akan mempelajari lebih jauh perbedaan yudisium dan wisuda. Bagi kamu yang saat ini menyandang status sebagai mahasiswa, pembahasan kali ini tidak boleh kamu lewatkan agar kamu lebih paham setiap tahap kelulusanmu nanti!
Artikel yang sesuai:
Apa Itu Yudisium?
Sederhananya, yudisium adalah pengumuman kelulusan mahasiswa secara resmi di lingkungan internal kampus. Yudisium juga dapat didefinisikan sebagai proses akademik yang menunjukkan bahwa mahasiswa telah menyelesaikan seluruh kewajiban akademiknya.
Sementara menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), yudisium berarti penentuan nilai (lulus) suatu ujian sarjana lengkap (di perguruan tinggi).
Sebelum memasuki yudisium, mahasiswa sudah harus menyelesaikan seluruh rangkaian administrasi akademik seperti mendapatkan nilai akhir, melalui sidang skripsi, atau tugas akhir lainnya sudah terpenuhi dan disahkan secara resmi oleh pihak akademik kampus.
Pada momen yudisium ini mahasiswa bisa mengetahui status kelulusannya. Apakah mendapatkan predikat summa cumlaude, cumlaude, memuaskan, atau sangat memuaskan.
Lalu, yudisium dulu atau wisuda dulu yang diadakan? Yudisium diselenggarakan lebih dulu sebelum wisuda. Tanpa yudisium, mahasiswa tidak bisa diwisuda karena belum mendapatkan pengakuan kelulusan resmi secara administratif dari kampus.
Apa Itu Wisuda?
Wisuda adalah upacara resmi yang diselenggarakan oleh pihak kampus untuk merayakan kelulusan mahasiswa. Sementara menurut KBBI, wisuda berarti peresmian atau pelantikan yang dilakukan dengan upacara khidmat.
Jadi nantinya, wisuda dihadiri oleh para sarjana yang baru lulus dengan didampingi wali atau keluarga mereka. Setidaknya, satu sampai dua orang pendamping, tergantung kebijakan masing-masing kampus. Selain itu juga ada rektor dan jajaran dosen yang menyaksikan upacara kelulusan atau wisuda mahasiswa secara resmi.
Setiap kampus juga memiliki ketentuan yang berbeda-beda terkait waktu penyelenggaraan wisuda. Ada yang satu tahun sekali, ada pula yang setahun dua kali atau setiap semester menggelar wisuda.
Dalam acara wisuda, seluruh mahasiswa akan diperkenalkan dan dipanggil satu per satu untuk menaiki panggung, menerima ijazah, bersalaman dengan rektor dan para dosen, serta melakukan prosesi pemindahan tali toga dari kanan ke kiri sebagai simbol bahwa mahasiswa akan segera memasuki dunia baru, yakni dunia kerja.
Wisuda sering kali menjadi momen mengharukan dan membahagiakan bagi mahasiswa. Sebab, wisuda merupakan puncak dari perjalanan mahasiswa di bangku kuliah untuk mendapatkan gelar sarjana setelah bertahun-tahun lamanya.
Apa Perbedaan Yudisium dan Wisuda?

Tidak sedikit, mahasiswa baru yang masih kebingungan memahami perbedaan yudisium dan wisuda karena keduanya sama-sama berkaitan erat dengan kelulusan mahasiswa. Untuk itu, berikut dijabarkan lebih detail poin-poin perbedaan yudisium dan wisuda yang perlu mahasiswa ketahui.
1. Tujuan dan fungsi
Yudisium memiliki tujuan dan fungsi mengumumkan secara resmi bahwa mahasiswa sudah menyelesaikan seluruh kewajiban akademiknya. Dalam hal ini, mahasiswa sudah memenuhi syarat-syarat kelulusan seperti nilai mata kuliah, jumlah SKS, tugas akhir, dan skripsi sudah selesai.
Tidak hanya itu, persoalan administrasi seperti pengembalian seluruh buku perpustakaan yang dipinjam, pembayaran biaya UKT, dan urusan administrasi lainnya sudah terselesaikan.
Sementara itu, wisuda memiliki tujuan dan fungsi sebagai upacara perayaan kelulusan mahasiswa secara resmi yang sebelumnya sudah ditetapkan melalui yudisium. Jadi, dalam wisuda tidak lagi mengurusi perihal capaian akademik atau administrasi mahasiswa.
Wisuda bertujuan mengumumkan kelulusan mahasiswa secara simbolis dan resmi melalui sebuah seremonial atau upacara yang dihadiri oleh pihak kampus seperti rektor dan jajaran dosen, serta pihak keluarga mahasiswa.
Dengan kata lain, dalam agenda wisuda menghadirkan prosesi resmi sebagai bentuk penghargaan dan publikasi atas pencapaian akademik yang sudah diraih mahasiswa.
2. Sifat acara
Perbedaan yudisium dan wisuda juga dapat dilihat dari segi sifat acara. Yudisium termasuk acara yang bersifat formal dan administratif. Yudisium biasanya dilakukan dilingkup program studi atau fakultas dengan peserta terbatas dan digelar secara sederhana untuk menetapkan kelulusan mahasiswa dari seluruh proses akademik.
Sementara itu, wisuda digelar secara meriah karena fokusnya bukan lagi penetapan kelulusan mahasiswa dari semua kewajiban akademik, melainkan perayaan atau selebrasi atas pencapaian mahasiswa yang telah berhasil menyandang gelar sarjana setelah menempuh perkuliahan selama bertahun-tahun.
3. Pakaian yang digunakan
Selain tujuan dan fungsi, serta sifat acara, perbedaan yudisium dan wisuda juga dapat dilihat dari segi pakaian yang digunakan. Pada acara yudisium, mahasiswa biasanya menggunakan pakaian formal seperti jas, kemeja, atau kebaya sesuai kebijakan masing-masing fakultas.
Berbeda dengan yudisium yang kesannya lebih sederhana, wisuda lebih memberikan kesan simbolis dan meriah di mana mahasiswa wajib mengenakan baju dan topi toga, samir, serta atribut wisuda lainnya.
Dalam dunia akademik, mengenakan toga merupakan bentuk pencapaian tertinggi dan menjadi kebanggaan bagi mahasiswa maupun keluarga. Itulah kenapa acara wisuda digelar lebih megah dibandingkan yudisium.
4. Waktu dan tempat pelaksanaan
Waktu dan tempat pelaksanaan juga menjadi salah satu aspek pembeda antara yudisium dan wisuda. Yudisium diselenggarakan sebelum wisuda untuk memastikan mahasiswa sudah lulus dari seluruh kewajiban akademik dan administrasi perguruan tinggi sebelum benar-benar diumumkan dan dirayakan kelulusannya melalui wisuda.
Dengan demikian, wisuda tidak dapat dilaksanakan jika mahasiswa belum melalui yudisium. Waktu pelaksanaan wisuda juga biasanya menunggu jadwal resmi dari pihak kampus.
Kemudian dari segi tempat pelaksanaan, yudisium pada umumnya diadakan secara kolektif di tempat yang masih ada di lingkungan internal kampus seperti aula, ruang dekan, atau direktur pascasarjana. Yudisium juga bisa dilakukan di ruangan di mana mahasiswa melakukan ujian atau sidang skripsi.
Sementara itu, wisuda biasanya digelar di ruangan yang jauh lebih besar dan luas. Wisuda juga bisa digelar di lingkungan eksternal kampus seperti hotel, tergantung kebijakan dari masing-masing perguruan tinggi.
5. Kehadiran orang tua atau wali
Perbedaan yudisium dan wisuda yang terakhir dilihat dari kehadiran orang tua atau wali mahasiswa. Yudisium tidak dihadiri pihak keluarga mahasiswa, melainkan hanya mahasiswa bersangkutan beserta para dosen. Acaranya pun tidak semeriah wisuda, karena fokus yudisium adalah penetapan kelulusan mahasiswa, bukan perayaan.
Berbeda dengan wisuda, yang mana digelar dengan suasana yang lebih meriah dan dihadiri pula oleh pihak keluarga mahasiswa. Setidaknya, satu sampai dua orang keluarga sesuai ketentuan masing-masing perguruan tinggi.
Tabel Ringkasan Perbedaan Yudisium dan Wisuda
Agar kamu lebih mudah dalam mencerna apa saja poin-poin perbedaan yudisium dan wisuda, berikut ini disajikan tabel yang berisi ringkasan perbedaan keduanya:
| Aspek pembeda | Yudisium | Wisuda |
|---|---|---|
| Tujuan dan fungsi | Mengumumkan bahwa mahasiswa sudah memenuhi ketentuan kelulusan administrasi dan akademik. | Upacara atau seremonial yang merupakan puncak pencapaian dan penghargaan tertinggi akademik yang dilaksanakan untuk mempublikasikan dan merayakan kelulusan mahasiswa. |
| Sifat acara | Internal dan sederhana | Eksternal dan megah |
| Pakaian yang digunakan | Kemeja, jas, atau kebaya | Toga, samir, dan atribut wisuda lainnya |
| Waktu dan tempat pelaksanaan | Sebelum wisuda di aula, ruangan dekan, atau ruangan ujian skripsi | Setelah yudisium di ruangan yang lebih besar dan luas, termasuk di luar kampus seperti hotel |
| Kehadiran orang tua atau keluarga | Tidak hadir | Hadir |
FAQ Seputar Perbedaan Yudisium dan Wisuda
Berikut daftar pertanyaan yang sering diajukan mahasiswa terkait perbedaan yudisium dan wisuda:
1. Apakah yudisium dan wisuda itu wajib bagi mahasiswa yang lulus?
Yudisium bersifat wajib bagi mahasiswa yang lulus karena menjadi bukti bahwa masing-masing sudah menyelesaikan seluruh tanggung jawab akademik dan administrasi kampus sehingga ditetapkan lulus.
Sebaliknya, wisuda bersifat opsional atau bisa diikuti maupun tidak oleh mahasiswa karena hanya merupakan upacara perayaan kelulusan. Meski begitu, ada pula perguruan tinggi yang mewajibkan mahasiswa untuk mengikuti wisuda sebagai syarat untuk memperoleh SKL dan ijazah.
2. Apakah bisa mengikuti wisuda tanpa yudisium?
Tidak. Tanpa yudisium, mahasiswa tidak bisa mendapatkan ijazah dan mengikuti wisuda meskipun sudah lulus sidang skripsi.
3. Apakah ijazah dibagikan saat yudisium?
Tidak, ijazah dibagikan saat wisuda. Saat yudisium, kamu hanya akan mendapatkan SKL atau surat keterangan lulus.
4. Apakah orang tua wajib hadir dalam acara yudisium?
Tidak, yudisium tidak dihadiri orang tua mahasiswa karena acara lebih bersifat internal. Berbeda dengan wisuda yang biasanya juga dihadiri orang tua atau wali mahasiswa.
5. Berapa lama menunggu jadwal wisuda setelah yudisium?
Tergantung kebijakan masing-masing perguruan tinggi. Rata-rata dalam waktu satu sampai tiga bulan sudah ada informasi terkait jadwal wisuda.
Nah, demikianlah pembahasan tentang perbedaan yudisium dan wisuda. Dengan memahami hal ini, kamu sebagai mahasiswa bisa mengetahui proses apa saja yang perlu dilewati sebelum menyandang status sebagai sarjana.
Pemahaman terkait perbedaan yudisium dan wisuda juga penting dimiliki agar mahasiswa bisa mempersiapkan diri dengan matang. Baik dari segi mental maupun pemenuhan persyaratan akademik atau administrasi. Semoga bermanfaat!





