
Data kuantitatif dan kualitatif merupakan jenis data penelitian yang dibagi berdasarkan sifatnya. Yang mana, data kuantitatif adalah data yang berupa numerik atau angka dan diperoleh dari survei. Sementara data kualitatif adalah data berupa kata-kata yang merujuk pada karakteristik dalam bentuk sifat (bukan angka).
Selain dilihat dari bentuk datanya, perbedaan data kuantitatif dan kualitatif juga dapat dilihat dari instrumen penelitian, tujuan penggunaan, orientasi penelitian, metode pengumpulan data, objek penelitian, ukuran sampel, fokus pertanyaan, pendekatan, dan analisis.
Daftar isi
Toggle10 Perbedaan Data Kuantitatif dan Kualitatif yang Perlu Dipahami Mahasiswa
Nah, melalui artikel kali ini, kita akan bahas lebih dalam mulai dari pengertian, perbedaan, hingga contoh data kuantitatif dan kualitatif. Bagi kamu mahasiswa akhir yang sedang bersiap melakukan penelitian, yuk simak dan cermati uraian berikut sampai selesai!
Artikel yang sesuai:
Apa Itu Data Kuantitatif?
Secara etimologis, data berasal dari kata jamak dalam bahasa latin yaitu “datum” yang artinya sesuatu yang diberikan. Sementara itu menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pengertian data mengandung dua makna, yaitu; keterangan yang nyata dan benar; serta keterangan atau bahan nyata yang dapat dijadikan dasar kajian (analisis atau kesimpulan).
Lalu, apa itu data kuantitatif? Data kuantitatif adalah jenis data penelitian yang berbentuk angka atau bilangan. Sementara Menurut Sugiyono (2018), data kuantitatif adalah data yang dapat dinyatakan dalam bentuk angka dan dianalisis dengan metode statistik. Data kuantitatif bersifat objektif dan cenderung menghasilkan interpretasi data yang kurang bervariasi.
Pengolahan data kuantitatif juga membutuhkan tingkat akurasi dan ketepatan yang tinggi karena datanya yang berupa angka. Tingkat akurasi ini penting untuk mendapatkan hasil penelitian yang berkualitas sehingga dapat dijadikan bahan pengembangan untuk penelitian serupa di masa mendatang.
Agar keakuratan data terjamin, kamu perlu memperketat kontrol kualitas di setiap tahapan penelitian. Mulai dari perencanaan, pengumpulan, hingga pengolahan dan analisis data harus dilakukan sesuai standar. Data yang akurat berarti mampu mencerminkan kondisi riil di lapangan dan bebas dari manipulasi.
Apa Itu Data Kualitatif?
Data kualitatif adalah jenis data berupa kata-kata atau uraian (bersifat deskriptif) yang merujuk pada karakteristik dalam bentuk sifat (bukan bilangan). Data kualitatif dapat diperoleh melalui kegiatan studi literatur, wawancara mendalam, diskusi, observasi, analisis isi, dan sebagainya.
Data kualitatif memiliki keunggulan, yakni mampu menggambarkan objek secara lebih dalam dan detail. Meski demikian, penggambaran detail objek penelitian ini bersifat relatif atau dapat dipengaruhi oleh subjektivitas peneliti.
Apa Perbedaan Data Kuantitatif dan Kualitatif?
Berikut tabel yang menunjukkan perbedaan data kuantitatif dan kualitatif dilihat dari 10 aspek:
| Aspek pembeda | Data kuantitatif | Data kualitatif |
|---|---|---|
| Bentuk | Numerik (bilangan atau angka) | Deskriptif (uraian) |
| Instrumen penelitian | Kuesioner/angket | Catatan-catatan peneliti dari hasil observasi, wawancara, diskusi, analisis isi, atau pun studi literatur |
| Tujuan penggunaan | Menguji hipotesis penelitian sementara | Menjelaskan secara detail mengenai kualitas objek penelitian yang tidak bisa diukur |
| Orientasi penelitian | Hasil yang diperoleh | Proses dan eksplorasi perolehan data penelitian |
| Metode pengumpulan data | Kuesioner tertutup, eksperimen, dan survei online | Wawancara mendalam, focus group discussion, analisis isi, observasi, dan studi literatur. |
| Objek penelitian | Melibatkan banyak responden dan lebih dari satu fokus penelitian | Melibatkan satu objek saja |
| Fokus pertanyaan | Apa dan berapa | Mengapa dan bagaimana |
| Ukuran sampel | Besar dan representatif | Kecil dan spesifik |
| Pendekatan | Objektif dan terstruktur | Subjektif dan fleksibel |
| Analisis | Statistik dan matematika | Analisis teks dan pengelompokan tema (coding) |
Bagaimana Contoh Data Kuantitatif?

Data kuantitatif dapat ditemukan dalam berbagai bidang, mulai dari bisnis, pendidikan, ekonomi, kesehatan, dan lain sebagainya. Berikut contoh penerapannya lebih lanjut:
Contoh data kuantitatif dalam bidang pendidikan
- Jumlah kehadiran siswa selama satu semester, misalnya 155 hari efektif
- Nilai rata-rata ujian akhir siswa untuk mapel matematika, misalnya 85.
- Persentase kelulusan siswa dalam ujian nasional, misalnya 95%.
Contoh data kuantitatif dalam bidang bisnis dan ekonomi
- Survei kepuasan pelanggan dalam bentuk skala (1-10)
- Omset rata-rata penjualan produk selama satu bulan, misalnya 50 juta
- Jumlah penjualan produk dalam satu bulan, misalnya 5000 pcs
- Persentase peningkatan omset dari tahun ke tahun, contoh 15%
- Pendapatan tahunan perusahaan dalam rupiah, misalnya 600 juta
Contoh data kuantitatif dalam bidang kesehatan
- Berat dan tinggi badan pasien di rumah sakit berdasarkan rekam medis
- Jumlah penderita suatu penyakit di wilayah tertentu pada tahun tertentu
- Tekanan darah pasien yang mengikuti kegiatan rutin prolanis (dalam satuan mmHg), contohnya 120/80
Bagaimana Contoh Data Kualitatif?
Berikut contoh penerapan data kualitatif dalam berbagai bidang:
Contoh data kualitatif dalam bidang kesehatan
- Data keluhan pasien selama satu bulan terakhir di suatu klinik atau rumah sakit
- Data kepuasan pasien terhadap pelayanan rumah sakit (dalam bentuk opini)
- Data jenis kelamin penderita suatu penyakit
Contoh data kualitatif dalam bidang pendidikan
- Data tingkat motivasi belajar siswa dalam menerima pelajaran matematika
- Data pelajaran favorit siswa
- Data kepatuhan siswa terhadap peraturan sekolah
Contoh data kualitatif dalam bidang sosial
- Jenis pekerjaan yang paling diminati gen-Z di suatu negara
- Status pernikahan penduduk di suatu wilayah
- Status kepemilikan rumah penduduk di suatu wilayah
FAQ Seputar Perbedaan Data Kuantitatif dan Kualitatif
Inilah daftar pertanyaan yang sering muncul seputar perbedaan data kuantitatif dan kualitatif beserta jawabannya:
1. Mana yang lebih akurat antara data kuantitatif dan kualitatif?
Tidak ada yang lebih akurat, keduanya sama-sama akurat sesuai tujuan masing-masing. Data kuantitatif akurat dalam mengelola data berupa angka dan generalisasi, sedangkan data kualitatif akurat dalam memberikan konteks dan kedalaman arti.
2. Kapan harus menggunakan data kuantitatif?
Data kuantitatif bisa digunakan jika kamu ingin membuktikan suatu dugaan atau hipotesis, menemukan representasi dari populasi besar, dan menyajikan grafik performa suatu bisnis kepada investor.
3. Kapan harus menggunakan data kualitatif?
Data kualitatif dapat digunakan jika kamu ingin memulai riset awal, memahami suatu masalah sosial yang kompleks, atau menggali informasi mendalam tentang suatu fenomena.
4. Apa kelebihan dan kekurangan data kuantitatif?
- Kelebihan: Data kuantitatif cenderung lebih objektif dan akurat karena diolah menggunakan metode statistik yang pasti, bisa digeneralisasi, dan direplikasi.
- Kekurangan: Kurang mendalam karena hanya menjawab pertanyaan “apa dan “berapa”, kaku karena instrumen penelitian tidak bisa diubah jika diperoleh temuan baru, dan cenderung mengabaikan konteks.
5. Apa kelebihan dan kekurangan data kualitatif?
- Kelebihan: Menghasilkan informasi mendalam, fleksibel karena desain dan pertanyaan penelitian bisa diubah di tengah penelitian, dan menghasilkan wawasan baru.
- Kekurangan: Subjektif tergantung interpretasi peneliti, sulit digeneralisasi karena sampel sedikit, dan butuh biaya serta waktu yang lebih banyak.
Nah, demikianlah perbedaan data kuantitatif dan kualitatif yang perlu kamu ketahui sebelum memulai penelitian untuk skripsimu. Baik data kuantitatif maupun kualitatif sama-sama memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Kamu bisa pilih sesuai dengan tujuan penelitian yang kamu tentukan. Semoga penelitianmu berjalan lancar, ya!





