
Menjual buku dengan sistem pre-order bisa menjadi pilihan bagi penulis pemula yang baru mulai memasarkan karyanya. Melalui sistem ini, kamu membuka pemesanan sebelum buku tersedia dalam jumlah banyak. Dengan begitu, kamu dapat mengetahui minat pembaca sekaligus memperkirakan jumlah buku yang perlu dicetak.
Bagi penulis yang belum memiliki banyak pembaca, langsung mencetak buku dalam jumlah massal tentu membutuhkan pertimbangan matang. Jika penjualan belum sesuai perkiraan, stok buku bisa tersimpan lama dan akhirnya menumpuk. Karena itu, sistem pre-order buku dapat membantu kamu mengelola produksi secara lebih bertahap.
Daftar isi
Toggle7 Keuntungan Menjual Buku dengan Sistem Pre-Order untuk Penulis Pemula
Selain mengurangi kebutuhan stok awal, pre-order juga bisa menjadi bagian dari strategi pemasaran buku. Lalu, apa saja keuntungan menjual buku dengan sistem pre-order lainnya bagi penulis pemula? Simak pemaparan lengkapnya di bawah ini:
Artikel yang sesuai:
Mengenal Sistem Pre-Order Buku
Pre-order buku merupakan sistem penjualan yang memungkinkan pembaca memesan buku sebelum buku tersedia atau sebelum penulis melakukan produksi dalam jumlah tertentu. Penulis kemudian mengumpulkan pesanan selama periode yang telah ditentukan.
Dalam pelaksanaannya, kamu perlu menentukan beberapa hal sejak awal. Misalnya, periode pemesanan, harga buku, cara pembayaran, bonus jika ada, jadwal produksi, serta perkiraan waktu pengiriman.
Sistem ini berbeda dari penjualan buku dengan stok siap kirim. Pada sistem stok, kamu mencetak dan menyimpan buku terlebih dahulu. Sementara itu, pre-order memungkinkan kamu mengumpulkan permintaan sebelum menentukan jumlah produksi secara lebih pasti.
Perbedaan tersebut membuat pre-order cukup menarik bagi penulis yang masih membangun pasar. Kamu dapat memulai penjualan tanpa harus langsung menyiapkan stok dalam jumlah besar.
Mengapa Penulis Pemula Perlu Mempertimbangkan Pre-Order?
Menentukan jumlah cetak bukan perkara sederhana, terutama ketika kamu baru menerbitkan buku pertama. Kamu mungkin sudah memiliki target pembaca, tetapi belum mengetahui berapa banyak orang yang benar-benar akan membeli.
Jika kamu mencetak terlalu banyak, modal akan tertahan pada stok. Sebaliknya, mencetak terlalu sedikit juga dapat membuat buku cepat habis ketika permintaan ternyata cukup tinggi.
Di sinilah sistem pre-order dapat memberikan ruang yang lebih fleksibel. Kamu dapat menggunakan jumlah pesanan awal sebagai salah satu bahan pertimbangan untuk menentukan produksi buku.
Namun, pre-order tetap membutuhkan perencanaan. Kamu perlu menyiapkan promosi, mencatat pesanan, mengatur produksi, dan memberikan informasi yang jelas kepada pembeli.
7 Benefit Menjual Buku dengan Sistem Pre-Order
Setelah memahami cara kerjanya, sekarang mari melihat manfaat pre-order dari sisi penulis. Berikut beberapa keuntungan yang dapat kamu pertimbangkan.
1. Mengurangi risiko stok buku menumpuk
Salah satu keuntungan utama menjual buku dengan sistem pre-order adalah membantu mengurangi kebutuhan stok sejak awal. Bayangkan kamu baru menerbitkan buku pertama.
Kamu belum memiliki data penjualan dan belum tahu seberapa besar respons pembaca. Jika langsung mencetak ratusan eksemplar, kamu harus menyiapkan modal sekaligus menyimpan buku dalam jumlah banyak.
Melalui pre-order, kamu dapat melihat jumlah pesanan yang masuk terlebih dahulu. Data tersebut dapat membantu kamu memperkirakan kebutuhan produksi awal.
2. Membantu mengatur modal penjualan buku
Selain stok, modal juga menjadi perhatian penting bagi penulis pemula. Biaya produksi buku tidak hanya berkaitan dengan pencetakan. Kamu mungkin juga perlu menyiapkan anggaran untuk desain, promosi, pengemasan, dan pengiriman.
Pre-order dapat membantu kamu mengatur pengeluaran tersebut secara lebih terencana. Jumlah pesanan awal dapat menjadi salah satu dasar dalam menghitung kebutuhan produksi.
Jika kamu menggunakan jasa cetak buku, kamu juga dapat mendiskusikan jumlah eksemplar yang sesuai dengan kebutuhan. Dengan begitu, kamu tidak harus langsung memilih produksi dalam jumlah massal.
3. Mengukur minat pembaca sebelum mencetak banyak buku
Penulis pemula sering kali belum memiliki data mengenai perilaku pembacanya. Karena itu, periode pre-order dapat menjadi kesempatan untuk mengumpulkan data awal.
Kamu bisa melihat jumlah pesanan yang masuk selama periode tertentu. Kamu juga dapat memperhatikan konten promosi mana yang paling banyak mendapatkan respons.
Data tersebut tidak menjamin penjualan berikutnya. Namun, informasi awal ini tetap dapat membantu kamu mengevaluasi strategi penjualan buku.
4. Membangun antusiasme sebelum buku tersedia
Menjual buku dengan sistem pre-order juga memberikan waktu bagi kamu untuk membangun antusiasme. Kamu tidak perlu menunggu buku selesai dicetak untuk mulai memperkenalkannya kepada calon pembaca. Misalnya, kamu bisa membagikan:
- desain cover;
- sinopsis;
- cuplikan isi;
- cerita di balik penulisan buku;
- profil penulis;
- proses penyuntingan;
- proses persiapan penerbitan;
- informasi mengenai periode pre-order.
Konten tersebut membuat calon pembaca memiliki gambaran mengenai buku yang akan mereka pesan. Dengan komunikasi yang konsisten, kamu dapat membangun perhatian sebelum buku sampai ke tangan pembeli.
5. Memberikan ruang untuk membuat penawaran khusus
Periode pre-order juga bisa kamu gunakan untuk membuat penawaran khusus. Misalnya, kamu memberikan bonus pembatas buku, kartu ucapan, tanda tangan penulis, atau bonus digital.
Bonus tidak harus mahal. Yang lebih penting, bonus tersebut relevan dengan buku dan mampu memberikan nilai tambahan bagi pembeli.
Kamu juga bisa menetapkan batas waktu pre-order. Batas tersebut membantu calon pembeli mengetahui kapan mereka harus melakukan pemesanan jika ingin mendapatkan penawaran khusus.
6. Membantu mengatur produksi secara bertahap
Penulis pemula tidak harus langsung menjalankan produksi dalam skala besar. Kamu dapat membangun penjualan secara bertahap sesuai perkembangan pembaca.
Misalnya, kamu membuka pre-order untuk cetakan pertama. Setelah periode pemesanan selesai, kamu menghitung jumlah pesanan dan kebutuhan stok tambahan. Selanjutnya, kamu mencetak buku sesuai kebutuhan tersebut.
Jika permintaan terus meningkat, kamu dapat melakukan cetak ulang buku. Strategi ini membuat jumlah produksi lebih mudah disesuaikan dengan perkembangan penjualan.
7. Menjadi sarana belajar memasarkan buku
Menjual buku dengan sistem pre-order juga bisa menjadi pengalaman pertama bagi penulis dalam mengelola penjualan. Kamu akan belajar membuat penawaran, berkomunikasi dengan calon pembeli, mencatat pesanan, dan mengatur pengiriman.
Pengalaman tersebut dapat menjadi bekal untuk pemasaran buku berikutnya. Kamu juga dapat mengetahui bagian mana dari strategi penjualan yang perlu diperbaiki.
Dengan begitu, pre-order bukan hanya tentang mendapatkan pesanan. Sistem ini juga dapat menjadi proses belajar bagi penulis yang baru masuk ke dunia pemasaran buku.
Hal yang Perlu Dipersiapkan sebelum Menjual Buku dengan Sistem Pre-Order

Agar manfaatnya semakin optimal, sebelum mengumumkan pre-order, pastikan untuk mempersiapkan beberapa hal berikut:
1. Tentukan periode pre-order
Tentukan tanggal pembukaan dan penutupan pemesanan. Sampaikan batas waktu dengan jelas agar calon pembeli mengetahui kapan mereka harus melakukan pemesanan.
2. Tentukan harga jual
Hitung seluruh komponen biaya sebelum menentukan harga buku. Jangan lupa mempertimbangkan biaya produksi, pengemasan, bonus, dan kebutuhan promosi.
3. Siapkan informasi buku
Berikan informasi yang cukup mengenai buku. Kamu dapat mencantumkan judul, penulis, sinopsis, jumlah halaman, ukuran buku, harga, dan perkiraan waktu pengiriman.
4. Tentukan jadwal produksi
Pembeli perlu mengetahui kapan buku akan diproduksi dan kapan perkiraan pengirimannya. Hindari memberikan jadwal yang terlalu optimistis jika proses produksi belum kamu pastikan.
5. Siapkan sistem pencatatan pesanan
Catat setiap pesanan sejak awal. Informasi seperti nama pembeli, jumlah buku, status pembayaran, alamat, dan kontak perlu kamu kelola dengan rapi.
Persiapan tersebut mungkin terlihat sederhana. Namun, semuanya akan sangat membantu ketika jumlah pesanan mulai bertambah.
Nah, itulah berbagai hal terkait menjual buku dengan sistem pre-order, khususnya terkait manfaatnya. Semoga bisa menjadi wawasan tambahan untuk kamu yang baru menerbitkan buku, ya.
FAQ tentang Sistem Pre-Order Buku
Berikut daftar pertanyaan yang sering muncul terkait menjual buku dengan sistem pre-order:
1. Apa itu pre-order buku?
Pre-order buku adalah sistem penjualan dengan membuka pemesanan sebelum buku tersedia atau sebelum penulis menentukan produksi dalam jumlah tertentu.
2. Apakah pre-order cocok untuk penulis pemula?
Ya, pre-order dapat menjadi pilihan bagi penulis pemula yang masih membangun pembaca dan ingin menguji respons pasar sebelum mencetak banyak buku.
3. Apakah pre-order bisa mengurangi risiko stok menumpuk?
Pre-order dapat membantu memperkirakan kebutuhan produksi berdasarkan pesanan awal. Namun, sistem ini tidak menjamin seluruh buku akan terjual.
4. Berapa lama periode pre-order buku?
Tidak ada durasi yang berlaku untuk semua buku. Kamu dapat menyesuaikannya dengan target pembaca, strategi promosi, dan jadwal produksi.
5. Apakah buku pre-order harus dicetak dalam jumlah banyak?
Tidak. Kamu dapat menyesuaikan jumlah cetak dengan pesanan dan kebutuhan stok. Cetak buku satuan atau dalam jumlah terbatas juga dapat menjadi pilihan.





