Sistematika Penulisan Makalah yang Perlu Mahasiswa Pahami

Budaya belajar di perguruan tinggi, tentu sangat berbeda ketika kita duduk di bangku sekolah. Sebagai mahasiswa, kita tidak hanya dituntut untuk memahami materi di kelas, tapi juga harus mampu menuangkan gagasan atau pemikiran lewat karya tulis ilmiah (KTI). Salah satunya jenis KTI yang sering mahasiswa susun yaitu makalah.

Membuat makalah bukan sekadar kewajiban untuk mendapatkan nilai dari dosen, melainkan sebuah komunikasi akademik yang mempunyai kaidah tertentu. Dengan memahami sistematika penulisan makalah yang benar, kita akan mudah menyampaikan berbagai ide dengan lebih logis, terstruktur, dan memenuhi standar intelektual yang ada.

Sistematika Penulisan Makalah yang Perlu Mahasiswa Pahami

Melalui artikel ini, kita akan mempelajari bagaimana dan apa saja sistematika dalam penulisan makalah yang baik dan benar. Harapannya, setelah membaca informasi ini, teman-teman mahasiswa tidak lagi bingung dalam menyusun setiap bagian makalah secara teratur. Penasaran apa saja urutannya? Mari kita simak penjelasannya di bawah ini:

1. Menyusun Halaman Sampul (Cover)

Bagian pertama dalam sistematika penulisan makalah yaitu penyusunan halaman sampul atau cover. Halaman ini merupakan wajah pertama dari makalah kita yang akan dilihat dosen. Selain judul makalah, di sini kita harus menuliskan beberapa informasi penting seperti tujuan penulisan makalah, nama penulis, serta keterangan tempat dan waktu penyusunannya.

Kita juga perlu memastikan bahwa semua informasi pada bagian ini sudah tertata dengan rapi. Supaya pembaca dapat langsung mengetahui topik yang akan dibahas di dalam makalah tersebut.

Beberapa aspek yang perlu kita perhatikan dalam menyusun halaman sampul, yaitu:

  • Judul harus menggambarkan isi makalah atau pokok permasalahan (tidak melenceng dari topik yang dibahas).
  • Judul makalah tidak boleh terlalu panjang, cukup 5 sampai 15 kata.
  • Judul harus mampu menarik perhatian dan rasa penasaran orang lain.

2. Membuat Kata Pengantar

Setelah menyusun halaman sampul, bagian selanjutnya dari sistematika penulisan makalah adalah membuat kata pengantar. Fungsi kata pengantar dalam sebuah makalah yaitu untuk menyapa pembaca secara formal dan sopan.

Pada umumnya, bagian ini bisa kita mulai dengan pernyataan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Dengan kata lain, kata pengantar menjadi tempat bagi penulis untuk memberikan kesan pertama sebelum memasuki inti pembahasan.

Di samping ucapan syukur dan terima kasih, kita juga bisa memberikan sedikit informasi mengenai referensi dan bagaimana kita mendapatkan data untuk membuat makalah. Uraikan secara singkat sumber-sumber yang kita rujuk supaya pembaca memiliki gambaran umum dari penelitian atau tulisan yang kita susun.

3. Menyusun Daftar Isi

Seperti halnya karya tulis ilmiah yang lain, makalah juga memiliki daftar isi sebagai petunjuk utama yang memudahkan pembaca untuk menemukan informasi spesifik. Bagian ini wajib ada jika makalah yang kita susun memiliki lebih dari 20 halaman. Supaya terlihat rapi dan enak dipandang, berikut beberapa aturan dalam menyusun daftar pustaka:

  • Judul bab makalah ditulis dengan memakai huruf kecil.
  • Beri nomor halaman di samping setiap judul bab/sub-bab.
  • Gunakan spasi tunggal di dalam satu bab dan dua spasi ketikan berpindah ke bab berikutnya.
  • Di dalam satu bagian, gunakan spasi tunggal.

4. Menulis Bagian Pendahuluan (BAB I)

Sistematika Penulisan Makalah yang Perlu Mahasiswa Pahami

Sistematika penulisan makalah setelah daftar isi yaitu menyusun bagian pendahuluan atau kita kenal dengan BAB I. Pendahuluan berisi tiga poin utama, yaitu:

a. Latar belakang masalah

Bagian ini berisi penjelasan atau alasan mengapa masalah tersebut penting untuk kita bahas dalam makalah. Selain fakta dan fata, di sini kita juga bisa menjelaskan kesenjangan antara kondisi yang ada secara nyata dengan konsidi yang seharusnya ada.

b. Identifikasi masalah

Pada bagian ini kita bisa merinci variabel atau aspek apa saja yang ingin dikaji sekaligus dianalisis dalam makalah.

c. Tujuan

Berisi jawaban dari identifikasi masalah yang kita sebutkan sebelumnya atau apa yang ingin kita raih dari penulisan makalah ini.

5. Bagian Pembahasan (BAB II)

Empat bagian sebelumnya dapat kita anggap sebagai pembuka, elemen kelima inilah puncak dari makalah yang kita tulis. Sebagai tempat semua materi diulas secara menyeluruh, bagian ini harus mampu menyajikan argumen yang kuat serta analisis yang mendalam untuk mendukung topik permasalahan yang kita sajikan.

Pada bagian ini, kita juga dapat menjelaskan upaya dan metode yang sudah kita laksanakan untuk mencari jawaban atas terjadinya suatu masalah. Secara umum, bab II ini terbagi menjadi beberapa sub-bab, yaitu:

  • Kajian Teoritis/Landasan Teori/Tinjauan Pustaka yang berisi pendekatan maupun teori utama yang kita pakai selama penelitian atau penulisan makalah.
  • Metode/teknik pengumpulan dan analisis data.
  • Hasil penelitian yang kita temukan (data).
  • Analisis dengan membandingkan hasil penelitian kita dengan teori yang ada.

Kita bisa mulai menyusun bagian ini setelah semua data atau informasi terhimpun. Tidak hanya berasal observasi, wawancara, atau survei, data tersebut dapat kita peroleh dari berbagai sumber tepercaya seperti buku, jurnal, atau skripsi. Semakin kuat data yang kita miliki, semakin meyakinkan pula penjelasan yang kita suguhkan.

6. Menulis Bagian Penutup (BAB III)

Sebagai penanda bahwa makalah kita sudah selesai, bagian penutup berisi ringkasan dari apa yang sudah kita bahas di bab-bab sebelumnya. Penyusunan bagian ini dapat kita lakukan dengan memakai dua cara berikut:

a. Ringkasan

Kita dapat menyusun menulis bagian penutup makalah dalam bentuk ringkasan atau rangkuman dari pembahasan yang telah kita lakukan, tanpa disertai dengan simpulan.Hal ini dilakukan karena kita belum memiliki bahan yang cukup untuk membuat kesimpulan, atau supaya pembaca dapat merumuskan kesimpulan sendiri.

b. Kesimpulan

Cara kedua untuk menyusun bagian penutup makalah yaitu dengan menarik kesimpulan dari data yang kita temukan dan analisis yang telah kita lakukan. Di samping itu, kita juga bisa memberikan saran atau rekomendasi yang berkaitan dengan masalah atau topik yang dikaji. Saran harus bersifat eksplisif, jelas, dan spesifik kepada siapa, bukan hanya anjuran untuk umum.

7. Menyusun Daftar Pustaka

Penulisan daftar pustaka pada makalah biasanya menggunakan sistem Harvard. Dengan sistem ini, kita bisa mengurutkan nama penulis sesuai abjad, tahun terbit, judul buku yang ditulis dengan huruf miring (italic), serta tempat terbitnya. Selain memudahkan pembaca untuk mengecek sumber referensi yang kita gunakan, daftar pustaka juga menjadi bukti bahwa kita menyusun makalah secara jujur dan tanpa plagiarisme.

Dengan kata lain, menyusun daftar pustaka tidak hanya sekadar pelengkap, melainkan sebuah tanggung jawab akademik. Oleh karena itu, kita harus bisa menunjukkan kualitas penelitian dengan mencantumkan sumber rujukan yang tertata dengan rapi.

Nah, itulah penjelasan mengenai sistematika atau susunan penulisan makalah yang baik dan benar. Semoga setelah membaca artikel ini, teman-teman mahasiswa dapat membuat makalah dengan lebih terstruktur dan mampu meningkatkan kualitas tulisan ilmiah kalian. Dengan memahami setiap aspek di dalamnya, kalian akan memiliki landasan yang kuat untuk menyusun argumen yang tidak hanya terstruktur, tapi juga dapat dipercaya (kredibel).

WhatsApp
Facebook
Twitter
LinkedIn