
Pustakawan universitas memegang peran yang sangat penting dalam mendukung ekosistem akademik. Tugas mereka tidak hanya sebatas mengelola koleksi buku, tetapi juga memastikan bahwa kebutuhan informasi civitas akademika terpenuhi secara optimal. Dengan keterlibatan pustakawan, mahasiswa, dosen, hingga peneliti dapat lebih mudah mengakses sumber ilmu pengetahuan yang relevan dan mutakhir.
Dalam konteks perguruan tinggi, pustakawan juga berfungsi sebagai jembatan antara perkembangan ilmu pengetahuan dengan kebutuhan pendidikan dan riset. Mereka terlibat aktif dalam proses seleksi koleksi, pengelolaan layanan informasi, hingga penyediaan fasilitas yang mendukung kegiatan belajar dan penelitian. Peran ini menjadikan pustakawan bagian tak terpisahkan dari dinamika akademik di kampus.
Daftar isi
TogglePeran Pustakawan di Perpustakaan Universitas yang Perlu Kamu Ketahui
Selain beberapa peran yang dijabarkan di bagian pembuka artikel ini, ada lagi peran pustakawan yang patut untuk kamu ketahui. Dengan informasi ini kita bisa jadi lebih menghargai kontribusi pustakawan dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi. Dan, untuk kamu yang ingin berkarir sebagai pustakawan semoga jadi lebih semangat untuk mewujudkannya!
Artikel yang sesuai:
1. Perencanaan Koleksi Berbasis Kurikulum dan Riset
Pustakawan di perpustakaan universitas bertugas memastikan bahwa koleksi perpustakaan sesuai dengan kebutuhan kurikulum dan riset yang sedang berjalan. Koleksi yang disusun dengan memperhatikan bidang ilmu yang diajarkan akan membantu mahasiswa memahami materi perkuliahan secara lebih komprehensif.
Sementara itu di ranah riset, koleksi yang relevan dengan penelitian dosen dan mahasiswa akan memperkaya sumber data yang mereka butuhkan. Sehingga kegiatan penelitian bisa berjalan lebih lancar.
Untuk mencapai hal tersebut maka pustakawan perlu melakukan pendaratan koleksi apa yang dibutuhkan oleh civitas akademika. Salah satu caranya yaitu dengan biasanya menyebarkan formulir usulan pengadaan buku ke fakultas atau departemen.
Langkah tersebut bertujuan untuk menjaring rekomendasi buku teks, referensi, maupun jurnal terbaru dari dosen dan peneliti. Dengan melibatkan civitas akademika dalam perencanaan, koleksi perpustakaan bisa lebih relevan dan bermanfaat.
2. Analisis Kebutuhan Pengguna
Seperti yang sekilas kami sampaikan di poin pertama, pustakawan perlu melakukan analisis kebutuhan pengguna. Analisis kebutuhan pengguna juga berfungsi sebagai alat evaluasi efektivitas koleksi yang sudah ada. Dengan langkah tersebut, pustakawan bisa menyesuaikan layanan agar lebih responsif terhadap perubahan kebutuhan akademik.
3. Kurasi dan Evaluasi Koleksi
Menjaga kualitas koleksi menjadi tanggung jawab utama pustakawan universitas. Mereka harus memastikan bahwa setiap buku, jurnal, atau sumber digital yang tersedia memiliki relevansi dan nilai ilmiah yang tinggi.
Proses kurasi ini mencakup penilaian kualitas berdasarkan otoritas penulis, reputasi penerbit, serta kesesuaian isi dengan bidang ilmu di universitas. Selain itu, pustakawan juga melakukan penyiangan secara rutin.
Buku-buku yang sudah usang, rusak, atau tidak lagi relevan akan dipisahkan agar rak perpustakaan tetap diisi dengan materi yang mutakhir. Sehingga bisa memiliki nilai manfaat yang optimal untuk penggunaan atau pemustaka.
4. Kolaborasi dengan Dosen dan Mahasiswa
Peran pustakawan di perpustakaan universitas tidak terhenti pada pengelolaan koleksi. Mereka juga aktif menjalin kolaborasi dengan dosen, mahasiswa, maupun peneliti.
Kolaborasi tersebut dapat berupa penyediaan literatur pendukung perkuliahan, membantu penyusunan daftar bacaan, hingga mendukung riset dengan layanan referensi. Dengan adanya kerja sama ini, pustakawan bisa lebih memahami kebutuhan nyata civitas akademika.
Hal tersebut menjadikan layanan perpustakaan lebih tepat sasaran dan berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas akademik. Jadi, mereka tidak bekerja sendiri tapi berkolaborasi bersama dosen, mahasiswa dan civitas akademika lainnya.
5. Pengadaan Koleksi Non-Fisik
Berbeda dengan perpustakaan sekolah, perpustakaan universitas sangat mengutamakan koleksi digital. Hal ini dilakukan untuk mendukung riset, pembelajaran jarak jauh, serta kebutuhan akses informasi yang lebih fleksibel. Nah, pustakawan memiliki peran vital dalam pengadaan sumber daya ini.
Mereka bertugas menyeleksi dan berlangganan jurnal ilmiah, basis data (database), dan e-book dari penerbit terkemuka dunia. Proses ini tidak sederhana, karena pustakawan harus memahami aspek lisensi, hak akses, dan manajemen anggaran.
Selain itu, pustakawan juga bertanggung jawab dalam pengelolaan repositori institusi yang berisi karya ilmiah civitas akademika, mulai dari skripsi, tesis, disertasi, hingga laporan penelitian. Itulah sebabnya setelah skripsimu selesai dan sudah dicetak kamu perlu menyetorkannya ke perpustakaan baik yang berbentuk fisik maupun soft file.
6. Literasi Informasi dan Pelatihan
Pustakawan di perpustakaan universitas juga berperan dalam membekali mahasiswa dengan keterampilan literasi informasi. Keterampilan ini mencakup cara mencari, mengevaluasi, dan menggunakan informasi secara etis. Sehingga mahasiswa jadi lebih mudah ketika mengerjakan tugas maupun ketika melakukan kegiatan penelitian.
Selain itu, pelatihan literasi informasi dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya menghindari plagiarisme. Yang mana mahasiswa diajarkan bagaimana menyusun sitasi yang benar dan memanfaatkan perangkat lunak manajemen referensi.
7. Pemanfaatan Teknologi Informasi
Dalam era digital, pustakawan universitas dituntut untuk mampu mengelola layanan berbasis teknologi. Mereka mengoperasikan sistem katalog online, repository institusi, hingga akses database jurnal internasional. Semua ini dilakukan untuk mempermudah civitas akademika dalam menemukan sumber informasi.
Lebih jauh lagi, pustakawan juga berperan dalam memberikan pelatihan penggunaan teknologi informasi. Dengan begitu, mahasiswa dan dosen bisa memanfaatkan layanan digital secara maksimal untuk mendukung kegiatan akademik mereka.
8. Mengelola Anggaran Pengadaan
Peran lain yang tidak kalah penting adalah pengelolaan anggaran pengadaan buku. Pustakawan harus mampu menyeimbangkan kebutuhan dengan dana yang tersedia. Keputusan pengadaan dilakukan dengan mempertimbangkan prioritas agar setiap rupiah yang dikeluarkan memberikan manfaat maksimal.
Dengan manajemen anggaran yang baik, pustakawan dapat memastikan koleksi perpustakaan selalu berkembang tanpa membebani institusi. Transparansi dalam penggunaan anggaran juga meningkatkan kepercayaan dari pihak kampus maupun pengguna perpustakaan.
Proses pengadaan ini tidak hanya dilakukan oleh pustakawan saja. Namun juga melibatkan dosen serta mahasiswa.
Keterlibatan antara pustakawan bersama dosen dan mahasiswa ini penting untuk memastikan buku atau bahan pustaka yang diadakan sesuai dengan kebutuhan. Sehingga setiap rupiah yang digelontorkan tidak terbuang percuma.
Nah, untuk semakin meningkatkan nilai kebermanfaatan pustakawan juga perlu memastikan bahwa proses pengadaan telah melibatkan vendor yang tepat. Yang mana vendor tersebut harus mampu menyediakan bahan pustaka yang tidak hanya berkualitas tapi juga relavan dan selalu update.
Untuk mewujudkan hal tersebut maka memilih layanan pengadaan buku dari vendor penerbit buku bisa jadi salah satu solusi. Mengapa demikian? Karena penerbit buku sebagai vendor pengadaan buku selalu memiliki judul yang terus update.
Harganya pun akan jauh lebih murah daripada melalui toko buku. Dan yang terpenting, pustakawan di perpustakaan universitas harus memastikan juga bahwa penerbit tersebut memiliki kualitas yang unggul.
Rekomendasi vendor pengadaan buku untuk perpustakaan universitas
Salah satu indikatornya penerbit tersebut sudah harus terdaftar sebagai anggota IKAPI. Sebagai rekomendasinya, pustakawan di perpustakaan universitas bisa menggunakan layanan pengadaan buku dari Ruang Akademisi.
Koleksi bukunya dijamin lengkap dan muktahir dari berbagai jenis genre. Dari buku pendidikan di bidang ilmu kesehatan, sosial politik, lingkungan hidup sampai buku fiksi seperti novel semua lengkap tersedia.
Ruang Akademisi juga menyediakan buku bertemakan self improvement. Intinya, semua jenis buku selalu ada dan selalu update. Sebab, setiap minggunya selalu ada judul baru yang kami terbitkan dari penulis-penulis hebat Indonesia.
Ruang Akademisi juga menyediakan berbagai paket pengadaan buku yang bisa dipilih sesuai dengan kebutuhan. Apa saja paket pengadaan tersebut dapat kamu simak pada uraian di bawah ini:
Paket Literasi Dasar

Pertama, Ruang Akademisi menyediakan paket Literasi Dasar. Nilai transaksinya bisa di bawah 1 Juta Rupiah. Yang mana dengan paket ini perpustakaan atau instansimu bisa mendapatkan 20-30 eksemplar buku.
Jenis bukunya pun bebas kamu tentukan sendiri dan kamu juga akan mendapatkan bonus menarik sebesar 10%. Nah, paket ini cocok untuk perpustakaan sekolah/kampus, lembaga pendidikan dasar-menengah.
Paket Koleksi

Yang kedua yaitu paket Koleksi, dengan nilai transaksinya lebih dari atau sama dengan 5 Juta Rupiah. Dengan paket Koleksi ini kamu berhak mendapatkan 100 eksemplar buku.
Jenis bukunya pun bebas kamu tentu kan sendiri. Lalu, ada bonus menarik sebesar 15% yang bisa kamu dapatkan.
Paket Premium Perpustakaan

Selanjutnya yaitu paket Premium Perpustakaan, dengan nilai transaksinya 10 Juta Rupiah. Dengan paket ini, perpustakaan atau instansimu berhak mendapatkan 170 eksemplar buku.
Yang mana jenis bukunya bebas kamu tentukan sendiri. Dan ada bonus menarik sebesar 20%. Paket pengadaan buku ini cocok untuk lembaga pendidikan, organisasi, instansi, dan kampus.
Paket Custom

Jika kamu masih bingung akan kebutuhan di perpustakaan atau instansimu, maka kamu bisa menggunakan layanan pengadaan buku dengan paket Custom ini. Di paket ini Ruang Akademisi menyediakan layanan konsultasi gratis dan layanan pendampingan koleksi untuk membantumu menentukan judul atau jenis buku.
Jika kamu tertarik untuk memesan atau konsultasi layanan pengadaan buku dari Ruang Akademisi silahkan hubungi customer service kami dengan klik link berikut: Layanan Pengadaan Bahan Pustaka Ruang Akademisi.
Nah, itulah peran pustakawan di perpustakaan universitas. Dapat kamu lihat ya, mereka tidak hanya petugas penata buku atau administrasi. Melainkan juga menjadi garda terdepan untuk memastikan koleksi perpustakaan sesuai dengan kebutuhan pengguna, mutakhir dan diperoleh dari sumber yang kredibel!





