
Sebagai disiplin ilmu yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, ilmu ekonomi mempelajari seluruh aktivitas manusia dalam mengelola sumber daya. Mulai dari proses produksi, alur distribusi, hingga fase konsumsi barang dan jasa yang dilakukan oleh masyarakat.
Luasnya cakupan kajian ini mendorong para ahli mengklasifikasikan ilmu ekonomi ke dalam beberapa cabang utama bisa dipelajari dengan mudah. Salah satu cabang pentingnya yaitu ilmu ekonomi deskriptif.
Daftar isi
ToggleMengenal Pengertian dan Contoh Ekonomi Deskriptif
Melalui artikel ini, kita akan mengkaji pengertian dan contoh ekonomi deskriptif, lengkap dengan uraian tentang ciri-ciri hingga fungsi dan perannya. Harapannya setelah membaca tulisan ini, teman-teman mampu mengenali penerapan ekonomi deskriptif dalam keseharian maupun kebijakan publik. Agar semakin paham, yuk kita ikuti pembahasannya berikut ini:
Artikel yang sesuai:
Apa itu Ekonomi Deskriptif?
Ekonomi deskriptif adalah cabang ilmu ekonomi yang memiliki fungsi untuk menampilkan dan mengumpulkan berbagai fakta dan data konkret perihal kondisi perekonomian di masyarakat. Pada intinya, ilmu ini menjelaskan situasi ekonomi secara jujur, objektif, dan apa adanya. Selain itu, data empiris juga bermanfaat untuk memahami bagaimana suatu sistem ekonomi bekerja di wilayah tertentu dari masa ke masa.
Selain mencatat keadaan saat ini, ekonomi deskriptif bisa membantu kita melihat pola perjalanan ekonomi dengan membandingkan data periode sebelumnya. Dari riwayat tersebut, kita bisa melihat faktor apa saja yang menjadi pemicu perubahan ekonomi sekaligus memperkirakan kecenderungan kondisi ekonomi di masa depan.
Apa Ciri-Ciri Ekonomi Deskriptif?
Di bawah ini merupakan tabel yang berisi uraian singkat tentang ciri-ciri ekonomi deskriptif.
No. | Ciri-Ciri | Penjelasan |
| 1 | Berdasarkan Fakta/Data di Lapangan | Menggunakan data empiris dari hasil riset, pengamatan, atau survei langsung di masyarakat. |
| 2 | Memotret Realitas Ekonomi secara Jujur | Menggambarkan kondisi ekonomi secara aktual tanpa mengubah atau memanipulasi fakta. |
| 3 | Bersifat Normatif (Bebas Nilai) | Hanya menjabarkan situasi tanpa memberikan penilaian baik atau buruk maupun saran perbaikan. |
| 4 | Dasar Analisis | Menjad dasar sebelum dilakukannya analisis atau pengambilan kebijakan. |
| 5 | Bersifat Kualitatif dan Kuantitatif | Memuat data berupa angka statistik maupun penjelasan situasi secara deskriptif (naratif). |
Apa Fungsi dan Peran Ekonomi Deskriptif?
Adapun beberapa fungsi sekaligus peran ekonomi deskriptif yang perlu kita pahami adalah:
- Anggota masyarakat dapat mengetahui sekaligus memahami kondisi ekonomi suatu negara secara konkret.
- Mendorong proses produksi dan menciptakan mekanisme distribusi yang efektif.
- Menempatkan individu pada posisi atau kedudukan yang tepat.
Apa Saja Contoh Ekonomi Deskriptif?

Di bawah ini merupakan 5 contoh nyata kajian ekonomi deskriptif yang perlu kita ketahui.
1. Kondisi ekonomi Amerika setelah perang dunia II
Pasca Perang Dunia II, kondisi ekonomi dunia mengalami krisis karena sistem perdagangan bebas dan pasar internasional berantakan. Dampak ini sangat nampak di negara-negara Eropa Barat, pasar utama Amerika Serikat. Dengan Inggris, Amerika menempuh langkah cepat untuk memperbaiki seluruh sistem keuangan dunia lewat sebuah kesepakatan “Bretton Woods System”.
Upaya penataan ulang ini membuahkan hasil yang memuaskan dan perlahan memulihkan roda perekonomian dan perdagangan global. Di waktu yang bersamaan, peta kekuataan dunia juga ikut bertransformasi dengan hadirnya Uni Soviet sebagai raksasa ekonomi baru yang siap menyaingi Amerika.
2. Sistem pertanian di Bali
Bukan hanya keindahan pantai dan wisata budaya yang mendunia, Bali juga tersohor dengan panorama sawah yang asri dan menyejukkan. Keindahan alam ini menjadi magnet bagi para wisatawan mancanegara yang ingin menikmati suasana pedesaan yang damai dan tenang. Potensi ini menunjukkan bahwa Pulau Dewata punya daya tarik wisata yang tinggi di bidang pertanian.
Namun sayang, kelestarian area persawahan di Bali kini terancam oleh berbagai pembangunan infrastruktur. Banyak lahan pertanian yang beralih fungsi menjadi hotel, villa, restoran, maupun jalan raya. Jika terus dibiarkan, hal ini akan mengikis keasrian alam yang justru menjadi pesona utama pariwisata Bali.
3. Kondisi ekonomi Indonesia pada tahun 1970-an
Di Era 1970-an, perekonomian Indonesia sempat mengalami masa keemasan. Saat itu, pemerintah sangat giat menerapkan kebijakan industri substitusi impor, yaitu memprioritaskan produksi barang dalam negeri demi mengurangi ketergantungan produk dari luar negeri. Dengan pengawasan ketat dari pemerintah, sektor ini berhasil menjadi penyokong ekonomi nasional.
Sayangnya, kejayaan tersebut hanya berlangsung singkat karena dijalankan dengan kurang konsisten. Memasuki tahun 1980-an, strategi ini berangsur melambat sehingga banyak pengusaha yang harus berganti arah bisnis. Walau sempat mengalami kemunduran, keadaan ini membuat pemerintah Orde Baru untuk melakukan reformasi kebijakan ekonomi agar perekonomian nasional kembali menguat.
4. Krisis moneter tahun 1998
Pada tahun 1997, pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap stabil dan positif, tapi situasi berubah total memasuki tahun 1998. Krisis keuangan hebat menghantam Indonesia yang diakibatkan oleh hilangnya rasa percaya masyarakat dan pelaku usaha terhadap pemerintah. Keadaan kian memburuk dengan ketidakpastian iklim politik nasional kala itu.
Krisis ini makin parah dengan adanya tanggungan utang luar negeri swasta yang sangat besar, yakni mencapai US$ 13 miliar pada Maret 1998. Sebagian besar utang tersebut harus segera dilunasi, tapi cadangan devisa negara saat itu hanya tersisa US$ 14,44 miliar. Ketidakseimbangan ini memicu berbagai kejadian lain yang merusak sektor-sektor bisnis hingga ranah perbankan nasional.
5. Penetapan APBN tahun 2019
Pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pada tahun 2019 menunjukkan hasil yang memuaskan. Pada periode ini, target penerimaan pajak mengalami kenaikan sebesar 15,4% dibandingkan tahun sebelumnya. Kenaikan penerimaan negara ini digunakan untuk menjaga stabilitas ekonomi serta mengurangi angka kemiskinan.
Sri Mulyani, sebagai menteri keuangan saat itu mengalokasikan anggaran belanja pusat untuk program-program prioritas nasional. Dana APBN diarahkan untuk berbagai macam hal, seperti:
- Meningkatkan kualitas sumber daya manusia;
- Membangun infrastruktur (jalan tol, jembatan, bandara, sekolah, rumah sakit, taman kota, dan sebagainya);
- Memperkuat perlindungan sosial;
- Mendukung agenda demokrasi;
- Menyiapkan dana darurat untuk penanganan bencana alam.
FAQ Seputar Pengertian dan Contoh Ekonomi Deskriptif
Di bawah ini merupakan beberapa pertanyaan sekaligus jawaban yang berhubungan dengan inti materi artikel ini, yaitu pengertian dan contoh ekonomi deskriptif.
Q1: Mengapa ekonomi deskriptif sangat penting?
Deskriptif ekonomi merupakan fondasi awal untuk menyusun suatu kebijakan atau aturan. Tanpa kumpulan data dan fakta faktual yang akurat, pembuat kebijakan serta ekonom tidak akan mempunyai rujukan untuk menganalisis masalah apalagi merumuskan kebijakan ekonomi yang tepat sasaran.
Q2: Apa perbedaan ekonomi deskriptif, teori ekonomi, dan ekonomi terapan?
Cabang Ekonomi | Peran Utama | Contoh Output |
| Ekonomi Deskriptif | Menghimpun data dan fakta empiris langsung dari lapangan. | Laporan Angka Pengangguran BPS |
| Teori Ekonomi | Menyusun konsep dan hukum ekonomi. | Hukum Permintaan dan Penawaran |
| Ekonomi Terapan | Merancang solusi dan kebijakan praktis. | Kebijakan Penurunan Suku Bunga |
Q3: Siapa saja pihak yang mengandalkan data ekonomi deskriptif?
- Instansi Pemerintah: Badan Pusat Statistik (BPS), Bank Indonesia (BI), dan Kementerian Keuangan.
- Lembaga Internasional: Bank Dunia (World Bank) dan IMF (International Monetary Fund).
- Sektor Swasta dan Investor: Menjadikan data ekonomi deskriptif untuk riset pasar sebelum membuat keputusan investasi.
Demikianlah, penjelasan lengkap mengenai pengertian dan contoh ekonomi deskriptif yang sangat penting untuk kita pelajari. Semoga setelah membaca artikel ini, wawasan dan pengetahuan teman-teman terkait cabang ilmu ekonomi ini semakin bertambah, ya!





