5 Alasan Mengapa Plagiarisme Harus Dihindari, Mahasiswa dan Dosen Wajib Tahu!

5 Alasan Mengapa Plagiarisme Harus Dihindari, Mahasiswa dan Dosen

Rasa kecewa dan kesal pasti muncul di dalam diri ketika hasil kerja keras kita tiba-tiba diakui oleh orang lain. Hal ini menjadi salah satu alasan mengapa plagiarisme harus dihindari dan dilarang dalam dunia menulis, baik yang bersifat ilmiah maupun fiksi.

Namun sayang, masih banyak pihak yang menganggap enteng masalah ini dan menjadikannya jalan pintas demi mengejar deadline. Padahal, menjiplak merupakan kesalahan fatal yang tidak hanya merugikan penulis asli, tapi juga dapat menghancurkan reputasi pihak yang melakukannya.

5 Alasan Mengapa Plagiarisme Harus Dihindari, Mahasiswa dan Dosen Wajib Tahu!

Melalui artikel ini, kita akan mengulas beberapa alasan mengapa plagiarisme harus dijauhi dan tips bagaimana cara menghindarinya. Tidak melakukan plagiarisme bukan hanya untuk mematuhi aturan, tapi sebagai bentuk apresiasi nyata dalam menghargai hak cipta sesama penulis. Supaya lebih jelas, mari kita simak uraian lengkapnya di bawah ini:

Pengertian Plagiarisme

Menurut Permendiknas No. 17 Tahun 2010, plagiat merupakan tindakan yang dilakukan secara sengaja atau tidak sengaja dalam memperoleh kredit atau nilai untuk suatu karya ilmiah, dengan mengutip sebagian atau seluruh karya orang lain lalu mengakuinya sebagai milik sendiri tanpa mencantumkan sumber yang jelas.

Tidak hanya sembarangan menyalin kalimat, plagiarisme juga mencakup beberapa hal, antara lain yaitu meniru ide, melakukan parafrase tanpa izin, hingga menerbitkan ulang karya orang lain atas nama sendiri.

Mengapa Plagiarisme Wajib Dihindari

Berikut adalah beberapa alasan mengapa plagiarisme tidak boleh dilakukan oleh siapa pun.

1. Melanggar aturan dan ketentuan pemerintah

Plagiarisme bukan sekadar persoalan moral, melainkan tindakan ilegal yang dilarang keras oleh pemerintah Indonesia. Oleh karena itu, seluruh perguruan tinggi di Indonesia melakukan pengawasan ketat dan tidak mengizinkan praktik plagiarisme di kalangan dosen maupun mahasiswa.

Konsekuensi yang akan didapatkan bila aturan ini dilanggar sangatlah berat dan bisa menghancurkan masa depan akademik. Sanksi yang akan diterima berupa teguran lisan, pencabutan hak-hak dosen, pemberhentian kerja, hingga pembatalan ijazah bagi mahasiswa. Apalagi jika pemilik asli karya tersebut membawa kasus ini ke ranah hukum, maka bersiaplah untuk menghadapi proses persidangan di pengadilan.

2. Menurunkan keterampilan menyusun karya ilmiah

Sebagai bagian dari civitas akademika, dosen dan mahasiswa dituntut mampu menyusun karya tulis ilmiah yang berkualitas. Namun, kebiasaan melakukan plagiarisme justru menjadi masalah yang mematikan kreativitas. Bukannya meningkatkan kemampuan menulis, menjiplak karya orang lain justru membuat keterampilan kita stagnan dan lambat-laun menurun karena jarang diasah.

3. Perkembangan iptek dapat terhenti

Alasan mengapa plagiarisme harus dihindari yang ketiga adalah dapat menghentikan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Jika semua orang di dunia akademik hanya melakukan copy-paste, maka ide baru tidak akan pernah lahir. Dunia akademis akan kehilangan pamornya karena tidak ada penemuan baru yang muncul.

Kita tidak bisa lagi menemukan inovasi maupun solusi untuk menghadapi berbagai masalah di masa depan. Oleh sebab itu, menjauhi plagiarisme merupakan langkah penting untuk menjaga roda perkembangan iptek tetap bergerak maju.

4. Meningkatkan rasa malas

Alasan penting lain mengapa kita wajib menghindari plagiarisme adalah untuk melindungi diri dari sifat malas. Selain itu, tindakan negatif ini juga membuat seseorang kehilangan motivasi untuk mencari ide segar, berpikir kreatif, maupun berinovasi. Pikiran akan selalu dimanjakan oleh kemudahan tanpa perlu pengorbanan dan kerja keras.

5. Kualitas karya tulis hasil plagiarisme sangat rendah

Melakukan plagiarisme, baik oleh mahasiswa atau dosen, pasti akan menurunkan mutu dan kredibilitas tulisan. Sebab, bagian yang dijiplak terkadang tidak selaras dengan topik yang dibahas dalam tugas maupun karya ilmiah.

Di era digital saat ini, plagiarisme sangat mudah dilacak dengan bantuan teknologi dari yang gratis hingga berbayar. Bagi dosen hal ini sangatlah merugikan, karena karya ilmiah mereka akan langsung ditolak dan gagal menembus jurnal nasional maupun internasional.

Tips Menghindari Plagiarisme

5 Alasan Mengapa Plagiarisme Harus Dihindari, Mahasiswa dan Dosen

Agar plagiarisme tidak menjadi kebiasaan atau gaya hidup, berikut beberapa tips yang bisa diterapkan untuk menghindarinya.

1. Memahami apa itu plagiarisme

Cara pertama menghindari plagiarisme yakni dengan mempelajari dan memahami apa saja yang termasuk tindakan plagiarisme. Sebab, banyak orang termasuk dosen dan mahasiswa yang tidak tahu kalau tindakannya sangat salah akibat sudah terlalu biasa.

2. Menggunakan gaya penulisan sendiri

Tips selanjutnya yaitu dengan memakai gaya penulisan milik sendiri agar tidak dianggap meniru karya orang lain. Dengan sering latihan menulis atau mengikuti pelatihan, kita mampu membentuk ciri khas penulisan secara alami.

3. Melakukan parafrase

Parafrase adalah menulis ulang ide/gagasan orang lain dengan cara menyusun kalimat sendiri tanpa mengubah maksud atau pesan aslinya. Cara ini sangat ampuh menurunkan presentase kemiripan di berbagai aplikasi pemeriksa plagiarisme. Namun, meskipun termasuk kutipan tidak langsung, kita wajib menuliskan referensinya dan memuatnya di daftar pustaka.

4. Mempelajari cara mengutip yang benar

Untuk memperkuat argumentasi kita sering kali memasukkan kutipan dari sumber lain. Namun, kita tidak boleh asal mencomot begitu saja, terdapat cara mengutip atau merujuk yang benar supaya penulis asli tetap memperoleh haknya.

5. Membuat rencana kegiatan menulis

Menyusun jadwal penulisan yang rapi mulai dari mencari referensi hingga tenggat waktu yang dibutuhkan, sangat membantu kita menguburkan niat untuk menjiplak. Dengan persiapan yang matang kita tidak perlu khawatir dan dapat menulis dengan tenang.

6. Melakukan cek plagiarisme

Meskipun sudah menyusun kalimat murni hasil pemikiran sendiri, kemiripan kata secara tidak sengaja dengan tulisan orang lain masih bisa terjadi. Oleh sebab itu, kita perlu melakukan cek plagiarisme dengan menggunakan aplikasi yang ada di internet sebelum dipublikasikan.

7. Mengasah keterampilan menulis karya ilmiah

Tips menghindari plagiarisme selanjutnya yakni dengan mengasah kemampuan menulis melalui kebiasaan membaca, rajin mencurahkan isi hati di jurnal, mengikuti berbagai lomba, atau mengikuti pelatihan. Semakin kita terampil menulis, semakin tinggi pula rasa percaya diri untuk menghasilkan karya sendiri.

8. Perguruan tinggi harus menerapkan kebijakan ketat

Pihak kampus atau perguruan tinggi memiliki peran besar dalam menekan angka plagiarisme. Cara yang dapat diterapkan yaitu dengan membuat aturan dan pengawasan yang ketat. Misalnya, mempublikasikan buku panduan anti plagiarisme, surat edaran rektor, sampai membentuk tim khusus yang bertugas menjaga etika akademik.

9. Memahami hak cipta

UU No. 28 Tahun 2014 merupakan Undang-Undang Republik Indonesia yang mengatur tentang hak cipta. Hal ini membuat kita sadar bahwa plagiarisme adalah pelanggaran hukum yang serius dan terdapat sanksi denda hingga hukuman penjara bagi para pelakunya.

10. Membuat daftar pustaka sejak awal

Tips terakhir yakni menyusun halaman daftar pustaka sejak awal penulisan tugas atau karya ilmiah. Jika kita menulis daftar pustaka setelah naskah rampung, risiko yang bisa terjadi yaitu ada sumber yang terlewat atau terlupakan.

FAQ seputar Mengapa Plagiarisme Harus Dihindari

Berikut adalah beberapa pertanyaan sekaligus jawaban perihal plagiarisme yang sering diajukan.

Apa perbedaan mengambil inspirasi dengan plagiarisme?

Inspirasi berarti bahwa kita membaca ide orang lain, kemudian mengolahnya dengan memakai gaya penulisan dan menambahkan argumen pribadi. Sementara itu, plagiarisme merupakan tindakan menjiplak sebagian/seluruh kalimat, alur, dan ide tanpa mencantumkan sumber.

Apa konsekuensi hukum yang akan diperoleh pelaku plagiarisme?

Menurut UU Hak Cipta No. 28 Tahun 2014, sanksinya berupa denda Rp500.000.000 atau hukuman penjara maksimal 4 tahun.

Apa dampak plagiarisme bagi pembaca?

Orang-orang yang membaca karya hasil plagiarisme tentu akan kecewa, karena mereka sudah mengharapkan ide baru. Semakin lama, pembaca tidak akan percaya dengan karya ilmiah atau industri buku lokal, karena banyaknya literasi yang ternyata hasil dari proses menjiplak.

Nah, itulah penjelasan mengenai lima alasan mengapa plagiarisme wajib kita jauhi, lengkap dengan pengertian serta tips menghindarinya. Semoga setelah membaca artikel ini, teman-teman dapat meninggalkan kebiasaan buruk ini dan semakin percaya diri dan mampu menghasilkan karya yang jujur.

WhatsApp
Facebook
Twitter
LinkedIn